Bursa Eropa rebound

Selasa, 09/02/2010 10:04:39 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (bisnis.com): Bursa efek di Eropa mengalami rebound terbesar dalam pekan ini setelah mengalami penurunan selama sebulan terakhir ketika investor mengunci saham perusahaan tambang dan industri makanan. Indikator teknis menunjukkan bahwa saham telah jatuh cukup dalam.

SABMiller Plc dan Nestle SA saat ini memimpin perolehan sementara di antara para produsen makanan. Kondisi serupa terjadi pada Xstrata Plc yang memimpin beberapa perusahaan pertambangan yang naik tertinggi setelah mengembalikan dividen. Extrata mengatakan bahwa perkiraan terhadap permintaan komoditas “sangat menjanjikan”.

Sementara itu, National Bank of Greese SA dan EFG Eurobank Ergasias SA, bank terbesar di negaranya, merosot lebih dari 8% karena bursa efek Yunani juga merosot.

Dow Jones Stoxx 600 Index kembali bangkit dengan naik 0,6% sahamnya menjadi 238,91 yang sebelumnya sempat turun 0,9%. Indikator bursa Eropa itu  telah turun 3,9% pada minggu sebelumnya.

Hal itu terjadi akibat spekulasi bahwa upaya yang tengah dilakukan oleh Yunani, Spanyol, dan Portugal akan membahayakan pemulihan ekonomi yang telah berlangsung saat ini. Namun, negara-negara tersebut menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk mengurangi defisit anggaran mereka.

Indeks Stoxx 600 menurun sebesar 8,2% sejak 19 Januari tahun ini. Koreksi ini akibat biaya untuk perlindungan utang perusahaan telah melonjak tinggi dan nilai tukar euro saat ini tengah menurun.

Penurunan ini memaksa Stoxx 600 ke tingkat oversold untuk sebelas kalinya dalam 11 bulan dan sesuai dengan apa yang disebut dengan Relative Strength Index.

"Pergerakan saham mulai terlihat jenuh," David Shairp dan Rekha Sharma, strategist yang bekerja pada  JPMorgan Asset Management, menulis dalam laporannya. "Berdasarkan indikator yang kami miliki, minat beli makin tinggi karena bursa mengalami perbaikan secara signifikan sejak awal tahun ini."

The Stoxx 600 tengah mencari momentum dengan membandingkan penutupan harga dan rentang perdagangan harian, jatuh di bawah 30 sehari seblumnya. Indikator itu ditutup di bawah 30 pada 9 Maret, setelah melonjak sebesar 65% pada 19 Januari. Indikator bursa Eropa itu ditutup pada posisi 33,84 pada hari ini.

Beberapa indeks nasional telah meningkat yang terlihat di 13 dari 18 bursa di wilayah Eropa bagian barat. FTSE 100 Inggris meningkat sebesar 0,6%, DAX Jerman naik sebesar 0,9%, dan CAC 40 Perancis meningkat cukup tinggi 1,2%.

Untuk pertama kalinya, kepercayan diri investor Eropa menurun dalam tujuh bulan terkahir ini karena pemulihan ekonomi semakin melemah. Hari ini, Limburg, lembaga riset Sentrix, yang berbasis di Jerman mengatakan bahwa indeks di 16 negara Eropa jatuh ke minus 8,2 dari sebelumnya berada di posisi minus 3,7 pada Januari lalu. (t01/ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika