Bisnis Indonesia Online


Rabu, 20/08/2008 07:53 WIB

Nikkei Jepang kembali anjlok tergerus finansial

oleh : Berliana Elisabeth S.

TOKYO (Bloomberg): Indeks saham di Jepang anjlok untuk kedua harinya terseret sektor finansial global yang melaporkan kerugian serta kekhawatiran dampaknya terhadap berkurangnya ekspor negeri itu.

Sumitomo Trust & Banking Co, bank terbesar kelima di Jepang dari sisi pendapatan, harga sahamnya pagi ini tergerus 1,4% setelah Kenneth Rpgpff, former chief economist International Monetary Fund mengatakan masalah keuangan mulai menjangkiti AS kembali.

Matsushita Electric Industrial Co, perusahaan produsen elektronik terbesar di dunia, harga sahamnya terpental 1,3%. Toyota Motor Corp, juga terjungkal 2% karena perusahaan produsen kendaraan bermotor ini menyatakan menurunkan target penjualan sebesar 6,7%.

 "Faktor ketidakpastian semakin menjangkiti pasar modal, investor akhirnya memutuskan untuk wait and see," kata Hiroichi Nishi, equities manager Nikko Cordial Securities Inc dalam interview dengan Bloomberg Television di Tokyo.

Indeks Nikkei 225 Stock Average tergerus 89,25 poin atau 0,7% menjadi 12.775,80 pada pukul 9:02 a.m. di Tokyo. Topix index juga terjungkal 9,47poin atau 0,8% menjadi 1.226,07.

Analis JPMorgan Chase & Co mengatakan Lehman Brothers Holdings Inc akan mencatatkan kerugian sebesar US$4 miliar dalam bentuk aset ketika melaporkan laba bersih kuartal ketiga 2008.
Disisi lain, Goldman Sachs Group Inc mengatakan kenaikan harga saham mungkin terjadi pada American International Group Inc, perusahaan ini akan menambah modal karena perseroan butuh membayar kegagalan kredit AIG sebesar US$20 miliar. Dengan menaikkan modal dapat memproteksi investor pendapatan tetap dari kerugian.

Penurunan sektor perumahan AS menjadi pemicu penurunan harga saham, dimana sektor ini mencatat kerugian lebih dari US$500 miliar sehingga juga menyebabkan krisis kredit pada perusahaan keuangan secara global. Departemen Perdagangan AS kemarin melaporkan sektor perumahannya anjlok 11% untuk pertama kali pada periode bulan lalu, menjadikannya level terendah dalam 17 tahun karena berkurangnya permintaan dan ketatnya pembiayaan.

Toyota memprediksi memangkas penjualan kendaraan bermotornya di pasar global pada 2009 menjadi 9,7 juta unit dari 10,4 juta unit, tulis surat kabar Tokyo Shimbun hari ini. Perusahaan ini akan mengumumkan target penjualan secara resmi pada 28 Agustus.

Indeks Nikkei futures yang berakhir September juga terjungkal 0,5% menjadi 12.790 di Osaka dan turun 0,6% menjadi 12.795 di Singapura.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Saham Eropa melemah setelah rally 6 hari
  • S&P/ASX 200 menyelam 2,5% ke 3.685,10
  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan

Komentar

Beri Komentar