Bisnis Indonesia Online
Rabu, 20/08/2008 08:45 WIB
Kenaikan harga minyak akan positifkan IHSG
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Minimnya sentimen positif akan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung dipengaruhi oleh pergerakan indeks bursa global dan regional. Namun kenaikan harga minyak mentah dan komoditas lainnya diperkirakan memberikan sentiment positif terhadap saham-saham berbasis komoditas.
Mega Capital Indonesia menyatakan IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 2025-2070 dengan target intraday support dan resistance berikutnya berada pada level 2010-2095.
Pada perdagangan kemarin koreksi pada indeks di bursa global dan regional memicu pelemahan tajam pada IHSG sebesar 2,05%.
Sektor perkebunan, industri dasar dan pertambangan memberikan kontribusi terbesar bagi pelemahan IHSG. Sektor aneka industri merupakan satu-satunya sektor yang menguat. Mayoritas bursa Asia ditutup melemah, dimana Nikkei 225 Jepang minus 2,28%, Hang Seng Indeks (HSI) Hong Kong minus 2,13%, Kospi Korsel minus 1,68% dan Strait Times Indeks (STI) Singapura minus 1,68%. Rupiah ditutup pada kisaran Rp9.183 per dolar AS.
Indosurya Securities menyatakan koreksi indeks bursa regional & penurunan harga minyak dunia ke level US$112 per barel kembali membuat IHSG terkoreksi tajam. Indeks melanjutkan pergerakannya dalam volume kecil dan merespons negatif penurunan harga minyak serta komoditas dunia. Minimnya sentimen domestik dan volume perdagangan membuat indeks domestik diprediksi berada di level 2.020-2.070.
Millenium Danatama Sekuritas menyatakan IHSG pada awal pekan ini tertekan 42 poin yang dipicu sentimen negatif melemahnya bursa regional dan penurunan harga minyak yang mendekati US$110 per barel. Penurunan harga minyak berimbas tertekannya saham berbasis komoditas yang merupakan kontribusi terbesar pergerakan indeks. Indeks diperkirakan bergerak menguji level psikologis 2.000-2.060.
Panin Sekuritas menyatakan IHSG kemarin kembali anjlok -2,05% menyentuh kembali level terendah pada tahun ini. Aksi jual terjadi tidak hanya pada saham berbasis komoditas, tetapi juga sektor lain seperti perbankan dan barang konsumsi. Tidak hanya indeks domestik, penurunan juga terjadi di bursa regional lain di Asia dan Eropa, sebagai respons pelemahan perekonomian, seperti yang terjadi di Eropa.
Disclaimer
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian independen.
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer
- IHSG dan rupiah siang kompak terkoreksi
- IHSG dan rupiah pagi turun terseret regional