Bisnis Indonesia Online


Rabu, 20/08/2008 09:07 WIB

Minyak naik, tetap beli saham ASII dan PGAS

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Investor dianjurkan menjauhi saham-saham yang volatile ini dan masuk ke saham-saham yang tidak volatile. Saham yang patut dikoleksi hari ini yakni ASII dan PGAS.

Riset analis PT Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan momentum penurunan saham-saham dapat menjadi kesempatan untuk mendapat return yang besar dikemudian hari.

Dalam hal ini jika prediksi analis benar, harga saham akan naik kembali menjelang awal tahun depan. Sementara itu investor dapat mengumpulkan saham-saham yang kemungkinan akan naik ke harga yang sebenarnya.
 
Investasi di pasar saham memberikan keuntungan yang tinggi jika pembelian saham dilakukan pada saat koreksi terjadi (bearish), dan menjual saat pasar sedang bergairah (bullish).

Ketut merekomendasikan investor untuk tetap membeli saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) karena dalam jangka pendek keduanya menunjukkan tren bullish.

Indeks domestik masih akan terkoreksi karena sentimen negatif global, banyak saham yang sudah oversold dan mengalami penurunan harga ditransaksikan dengan volume transaksi yang sangat sedikit karena investor lebih baik menahan daripada menjual rugi.

Manajer investasi telah pula rebalanching portfolionya kesaham-saham yang lebih aman dan tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan harga komoditas. Dengan volume transaksi yang lebih kecil setiap harinya, maka kemungkinan volatitas harga saham akan makin tinggi sehingga penurunan saham akan makin besar jika mendapat sentimen negatif karena jumlah pemain yang makin berkurang.

Indeks masih belum dapat dipastikan kapan akan rebound. Sentimen global terhadap bursa saham juga sangat minim sehingga sentimen negatif sedikit saja mengakibatkan tekanan jual yang sangat besar pada saham-saham. Investor asing masih terkuras konsentrasinya pada indikator ekonomi Amerika yang makin tidak mengembirakan.

Namun angin segar diharapkan dari pemerintah. Untuk mempertahankan growth, pemerintah Indonesia berjanji untuk meningkatkan belanja modal/capital expenditure. Hal itu disampaikan dalam rapat RAPBN yang dipimpin oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla. Dengan langkah ini, pemerintah mengambil langkah fiskal yang expansive sehingga dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan sebelumnya.
 
Selain itu kembali naiknya harga minyak mentah ke level US$115 per barel pagi ini diharapkan dapat mengerek kembali harga saham berbasis komoditas yang sudah oversold.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Saham Eropa melemah setelah rally 6 hari
  • S&P/ASX 200 menyelam 2,5% ke 3.685,10
  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan

Komentar

Beri Komentar