Bisnis Indonesia Online
Kamis, 21/08/2008 07:20 WIB
Valuasi rendah, indeks coba naik
oleh : Arif Gunawan S.
JAKARTA (Bisnis.com): Rendahnya valuasi rata-rata saham di bursa Indonesia menjadi salah satu pertimbangan investor mulai masuk ke pasar, dengan portofolio tersebar.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas, dengan tetap memerhatikan arah pergerakan saham komoditas.
Analis PT Asia Kapitalindo Securities Tbk Widhi Indratmo Nugroho mengatakan rendahnya rasio harga saham terhadap laba per saham (price to earning ratio/PER) saham di bursa Indonesia memberi pertimbangan fundamental tambahan untuk masuk ke pasar.
"Dengan PER rendah, emiten di Indonesia rata-rata membukukan kinerja keuangan per triwulan II yang positif. Ini akan mulai diperhatikan pasar, sehingga kenaikan saham bukan melulu dari komoditas melainkan sektor lain," tuturnya, kemarin.
Namun, lanjutnya, investor Indonesia masih terlalu bertumpu pada sentimen harga minyak mentah, sehingga tidak memerhatikan rendahnya PER bursa Indonesia ini.
Dia mengatakan PER bursa Indonesia sekarang berada di level 14 kali, atau jauh lebih rendah diban-dingkan dengan PER tiga bulan yang lalu sekitar 20 kali.
Jika dibandingkan dengan posisi setahun yang lalu, PER itu terhitung jauh lebih murah lagi.
Kemarin, indeks mulai menguat setelah dua hari berturut-turut terkoreksi dalam. Indeks pada Rabu ditutup di level 2.069,698, atau menguat 27,2 poin (sebesar 1,33%).
Mayoritas indeks menguat, kecuali sektor manufaktur, industri aneka, dan kimia dasar.
Widhi memperkirakan indeks hari ini akan bergerak di titik support 2.029 dan resistance 2.137. Saham sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan masih menjadi penggerak utama.
Secara khusus, dia menyoroti saham-saham sektor perkebunan yang harganya masih murah, terutama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Plantation Tbk (LSIP).
"Menyusul makin dekatnya puasa dan hari raya Idul Fitri, permintaan minyak goreng akan meningkat di masyarakat. AALI yang membukukan laporan keuangan positif sahamnya berpotensi dibeli lagi," ujarnya.
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Malaysia kemarin naik RM6,5 menjadi RM2.594 (US$778) per metrik ton, sebelum ditutup pada level RM2.591. Harga CPO tercatat turun 42% dari level RM4.486 pada 4 Maret.
Di luar itu, lanjut Widhi, momen hari raya juga akan menjadi alasan spekulasi kuat untuk membeli saham sektor konsumer seperti PT Ramayana lestari Sentosa Tbk (RALS) atau PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).(er)
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG dan rupiah kembali terkoreksi sore ini
- Saham grup Bakrie terkena auto rejection, IHSG -23 poin
- IHSG dan rupiah pagi terkoreksi terseret Asia
- Bali Sec: Peluang beli INDF & PNBN
- Komoditas seret saham Asia pagi ini