Bisnis Indonesia Online
Kamis, 21/08/2008 08:56 WIB
Saham Asia rontok terseret sektor finansial
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bloomberg): Saham Asia pagi ini anjlok tertekan saham sektor finansial setelah Babcock & Brown Ltd melaporkan penurunan laba bersih untuk pertama kali sehingga memperburuk kerugian kredit subprime.
Babcock & Brown, perusahaan yang sahamnya berpenampilan terburuk di kawasan regional tahun ini, anjlok 22% di Sedney setelah sebelumnya mencatat penurunan keuntungan dari pembiayaan pada semerter pertama 2008.
Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, bank terbesar di Jepang dari sisi nilai pasar, harga sahamnya pagi ini juga terkoreksi 1,5% setelah HSBC Holdings PLC menurunkan peringkat sahamnya.
Sebalinya, Santos Ltd, produsen minyak dan gas terbesar ketiga di Australia, melonjak 6,3% setelah mencatat laba bersih 59% pada semester pertama.
"Investor masih memperhatikan laba bersih perusahaan dan kondisi perekonomian global. Produsen minyak dan perusahaan trading tampaknya akan menangguk manfaat dari kenaikan harga energi saat ini," kata Juichi Wako, ahli strategi Nomura Holdings Inc, dalam interview dengan Bloomberg Television.
MSCI Asia Pacific Index terkoreksi 0,5% menjadi 122,83 pada 10:01 a.m. di Tokyo. Perusahaan finansial mencatat penurunan terbesar dari 10 sektor industri lainnya.
Indeks saham patokan Asia ini sudah anjlok 22% tahun ini karena inflasi tinggi dan melempemnya perekonomian global akibat kerugian subprime mortgage yang mencapai lebih dari US$500 miliar.
Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang juga terjungkal 0,7% menjadi 12.789,51. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,1%, penurunanterbesar di kawasan regional, akibat QBE Insurance Group Ltd melaporkan penurunan laba bersih pada semester pertama 2008.
Namun indeks saham AS, DJIA kemarin naik dipimpin kenaikan harga saham sektor energi dan logam setelah Goldman Sachs Group Inc memprediksi minyak berpotensi naik 29% hingga akhir tahun ini. Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,6%.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'