Bisnis Indonesia Online
Kamis, 28/08/2008 09:03 WIB
Indeks akan naik seiring penguatan saham second liner
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Investor berharap indikasi penurunan inflasi AS akan berdampak baik pada sentimen pada bursa saham Indonesia. Jika ini terjadi, antisipasinya dengan membeli saham blue chip seperti TLKM, ISAT, ASII, BNBR, PGAS, BBCA, BBRI, TINS, dan UNTR.
Riset analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan ada indikasi bahwa suku bunga The Fed yang sekarang ini 2% akan dinaikkan bulan depan untuk mengatasi ancaman inflasi walaupun indikasi tingkat inflasi akan turun seiring dengan penurunan harga minyak dan penguatan dolar Amerika. Rencananya FMOC meeting akan dilaksanakan 16 September.
Investor asing masih bersifat menunggu dan masih mencermati arah ekonomi global yang belum dapat dipastikan.
Tekanan bursa melemah kemarin dengan banyaknya saham-saham menguat tipis secara merata. Nilai transaksi investor asing naik tipis, dari Rp300 miliar ke Rp400 miliar, namun nilai transaksi investor domestik belum naik hanya Rp1,2 triliun.
Hal ini mengindikasikan sentimen ke bursa saham masih belum pulih. Selain itu indikasi investor masih belum masuk ke bursa lagi dapat dilihat dari saham-saham yang most active adalah saham-saham second liner. Investor masih melihat corporate news dari pada fundamental ekonomi dan fundamental perusahaan dalam menentukan keputusan jual dan beli.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai naik perlahan selama 3 hari belakangan ditengah minimnya volume transaksi. Kenaikan harga saham-saham terjadi pada saham-saham second liner yang mendapat perhatian investor karena mengharapkan return yang tinggi dalam waktu singkat.
"Namun investor diminta mencermati harga saham second liners ini karena sewaktu-waktu dapat turun," tutur Ketut.
IHSG diprediksi masih akan naik seiring dengan penguatan saham-saham second liner dan bertambahnya kepercayaan investor domestik. Namun jika investor asing masuk lagi tentu penguatan ini akan tidak akan bertahan lama karena mereka membawa sentimen negatif global ke bursa saham dalam negeri.
Hari ini harga minyak mencapai US$118 diharapkan saham-saham batu bara mulai naik lagi dan IHSG mengikuti. Namun indeks perkebunan masih mendapat tekanan karena pelemahan harga CPO karena penurunan permintaan dan oversupply.
Harga minyak mentah naik ke level $118 per barel setelah badai Gustav mulai mendekati Teluk Meksiko. Inflasi di Jepang untuk pertama kali akan diprediksi lebih dari 2%, tertinggi dalam 10 tahun belakangan karena beban perusahaan meningkat di tengah melemahnya ekonomi.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'