Bisnis Indonesia Online
Jumat, 29/08/2008 16:17 WIB
Meski minyak turun, IHSG ditutup naik 21 poin
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup naik 21,10 poin atau 0,98% menjadi 2.165,94 dipicu sektor aneka industri dan konsumer.
Sektor tambang dan pertanian hanya naik tipis yakni masing-masing 0,4% dan 0,10% setelah harga minyak kembali terkoreksi menjadi US$117,12 per barel bahkan tadi malam sempat menyentuh US$116, sedangkan sehari sebelumnya sudah hampir menyentuh US$120.
Namun Mega Capital Indonesia mengatakan kenaikan indeks bursa global dan regional karena pertumbuhan ekonomi AS yang lebih baik mampu menjadi sentimen positif bagi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini.
Di lain pihak, penurunan harga minyak mentah dan komoditas lainnya
menjadi faktor negatif bagi pergerakan sektor komoditas. Dari dalam negeri, BPS akan merilis inflasi Agustus pada hari Senin pekan depan, yang menurut median estimasi Bloomberg sementara sebesar 11,87% yoy dan 0,72% yoy.
Top gainers hari ini dicatat saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang menanjak Rp300 menjadi Rp14.550 disusul Goodyear (GDYR) melejit Rp200 menjadi Rp14.650, Inod Tambangraya Megah (ITMG) menanjak Rp150 menjadi Rp27.500, Medco Energy (MEDC) meroket Rp125 ke Rp4.850 dan Indofood (INDF) bertumbuh Rp110 ke Rp2.200.
Saham Mobil-8 Telecom (FREN) langsung menjadi top volume hari ini setelah kembali dibuka pasca disuspen kemarin, yakni terperosok 12,5% menjadi Rp105 dengan volume transaksi sebanyak 253.536 lembar saham senilai Rp14,04 miliar dengan 2.303 kali berpindah tangan.
Top volume lainnya dicatat saham Bumi Resources (BUMI) yang tidak bergerak di level 5.500, INDF, Indah Kiat (INKP) tetap rp2.350, Perusahaan Gas Negara (PGAS) menanjak 2% menjadi Rp2.550 dan Bakrie & Brothers (BNBR) tetap Rp345.
Sektor finansial hari ini juga menanjak 1,16% dipimpin kenaikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melejit Rp150 menjadi Rp5.850, disusul Bank Danamon (BDMN) menanjak Rp150 menjadi Rp5.400, dan Bank Central Asia (BBCA) positif Rp25 ke Rp3.175 serta Bank Mandiri (BMRI) menanjak Rp25 menjadi Rp2.825.
Riset analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan aksi ambil untung investor di akhir pekan ini tidak terlalu berdampak terhadap indeks karena masih tertolong kenaikan saham perbankan dan konsumer. Indeks sebenarnya masih berpotensi terkoreksi karena ketidakmenentuan harga minyak mentah dunia.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'