Bisnis Indonesia Online


Kamis, 04/09/2008 12:33 WIB

Semua sektor turun, IHSG siang longsor 45 poin

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) istirahat siang kembali anjlok 45,26 poin atau 2,14% menjadi 2.070,74, sesuai dengan perkiraan sejumlah analis pasca rontoknya harga minyak mentah dunia dan pasar saham regional.

Dari 382 emiten yang sahamnya ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia siang ini, hanya 25 saham yang mencatat kenaikan harga, 144 anjlok, dan 35 tetap. Nilai transaksi sebesar Rp1,68 triliun dengan volume 841,689 juta lembar saham.

Indeks LQ-45 juga terjungkal 11,83 poin menjadi 425,32, Jakarta Islamic Index (JII) juga anjlok 8,75 poin menjadi 329,46.

Seluruh sektor industri di BEI siang ini terkoreksi dipimpin sektor tambang yang anjlok 84 poin, disusul pertanian 46 poin, aneka industri 14 poin, dan infrastruktur 15 poin, sektor finansial juga tergerus 2 poin.

Top losers, saham dengan penurunan harga terbesar masih didominasi sektor komoditas pasca koreksi harga minyak mentah siang ini menjadi US$109,47 per barel.

Indo Tambangraya Megah (ITMG) memimpin penurunan saham terbesar siang ini yakni terjungkal 1.150 menjadi Rp24.700, disusul Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) minus 650 menjadi Rp12.250, Astra Agro Lestai (AALI) terjungkal 400 ke Rp16.250, Bayan Resources (BYAN) minus 225 menjadi Rp4.150, London Sumatera (LSIP) minus 200 ke Rp5.050.

Saham Astra International (ASII) juga terpental 1.000 menjadi Rp20.300, disusul saham Telkom (TLKM) longsor 200 ke 7.600, Sampoerna Agro (SGRO) minus 150 menjadi Rp2.125 Bumi Resources (BUMI) terseret 150 ke Rp4.650, Indosat (ISAT) terjungkal 150 menjadi Rp6.050.

Saham perbankan turut tergerus, dipimpin Bank Rakyat Indonesia (BBRI) minus 100 menjadi Rp6.300, Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi 50 menjadi Rp2.800, Bank Negara Indonesia (BBNI) minus 50 menjadi Rp1.280, Bank Pan Indonesia (PNBN) tergerus 30 menjadi Rp940, sedangkan Bank Central Asia (BBCA) tetap Rp3.300.

Sejumlah analis memprediksi Bank Indonesia hari ini akan menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin atau 0,25% menjadi 9,25% untuk mengendalikan inflasi.

Proyeksi kenaikan suku bunga ini diharapkan menjadi sentimen positif untuk saham-saham berbasis finansial khususnya perbankan.

Sektor dan saham yang masih menjanjikan, menurut Riset Analis Bali Securities, Ketut Tri Bayuna, adalah banking (BBCA, BBRI), semen (SMGR, INTP), konsumer (INDF, UNVR) dan utilitas (PGAS, JSMR).

"Saham-saham ini terbukti tidak terpengaruh oleh sentimen negatif akibat penurunan harga komoditas global kemarin," kata riset analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna hari ini di Jakarta.

Ketut menambahkan investor direkomendasi selalu diversifikasi saham dan menghindari volatilitas harga saham. Beberapa saham sudah terkoreksi tajam dan sangat murah. Investor dianjurkan untuk selalu berpikir jangka panjang sebagai strategi investasi melawan sentimen negatif ekonomi global.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Belanja online gairahkan Wall Street
  • IHSG bergerak terbatas tunggu hasil rapat BI
  • Saham di Wall Street dan Eropa akan pulih 2009
  • Saham Bumi tahan laju IHSG sore yang naik 1 poin

Komentar

Beri Komentar