Bisnis Indonesia Online


Jumat, 05/09/2008 08:12 WIB

Saham berjangka Jepang anjlok

oleh : Elsya Refianti

TOKYO (Bloomberg): Saham berjangka Jepang anjlok setelah klaim pengangguran di AS melonjak ke tertinggi lima tahun, sehingga menambah kekhawatiran bahwa permintaan terhadap produk Negeri Matahari Terbit itu akan turun.

Receipts dari Honda Motor Co yang diperdagangkan di AS tenggelam 4,1%  dari posisi harga saham penutupan di Tokyo kemarin. Canon Inc anjlok 3,9% setelah yen menguat terhadap euro dan dolar AS sehingga memangkas nilai penjualan luar negerinya. Mizuho Financial Group Inc terpental 4,9% setelah Bill Gross, investor obligasi, mengingatkan adanya 'tsunami finansial'. Sony Corp melemah 3,4% setelah penarikan kembali komputernya di seluruh dunia.

Nikkei 225 Stock Average berjangka yang jatuh tempo pada September ditutup di posisi 12.235 di Chicago, atau lebih rendah 2,7% dibandingkan dengan 12.580 sebelumnya di Osaka dan 2,8% di bawah 12.590 di Singapura. Bank of New York Japan ADR Index anjlok 3,4%.

Kemarin, Nikkei tertekan 1% ke posisi 12.557,66 di Tokyo. Indeks Topix melemah 1,6% ke 1.201,65, terendah sejak 19 Maret.

Jumlah pengangguran di AS melonjak jadi 3,435 juta, tertinggi sejak November 2003, pada pekan yang berakhir 23 Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja negara itu kemarin. Klaim santunan bagi pengangguran untuk pertama kalinya naik pada pekan lalu, sementara para ekonom sebelumnya menduga turun.

European Central Bank memangkas  proyeksi pertumbuhan ekonominya untuk 2008 menjadi 1,4% dari 1,8% dan pada 2009 diperkirakan jadi 1,2% dari 1,5% sebelumnya. Yen menguat terhadap euro ke level yang tidak pernah terlihat dalam satu tahun lebih dan terapresiasi versus dolar AS menjadi 105,69, tertinggi sejak 17 Juli.

Penguatan mata uang lokal itu menekan repatriasi penjualan mancanegara perusahaan Jepang.

Gross, co-chief investment officer di Pacific Investment Management Co, kemarin mengatakan pemerintah AS perlu mulai menggelontorkan lebih banyak dana untuk membantu pasar menghambat laju 'tsunami finansial'.

Sony kemarin menarik kembali sekitar 440.000 unit komputer notebook Vaio-nya karena overheating yang berisiko menimbulkan kebakaran. Perusahaan itu tidak menyebutkan berapa besar biaya tindakan tersebut.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Belanja online gairahkan Wall Street
  • IHSG bergerak terbatas tunggu hasil rapat BI
  • Saham di Wall Street dan Eropa akan pulih 2009
  • Saham Bumi tahan laju IHSG sore yang naik 1 poin

Komentar

Beri Komentar