Bisnis Indonesia Online
Jumat, 05/09/2008 10:19 WIB
Templeton Asset Management Ltd. mulai lirik bursa Thailand
oleh : Lahyanto Nadie
JAKARTA: Templeton Asset Management Ltd. akan membeli saham lebih banyak di Thailand jika protes antipemerintah mulai mereda karena harga saham di bursa ini sudah cukup murah, kata Executive Chairman Mark Mobius.
"Sekarang akan saat yang tepat untuk melongok bursa Thailand di mana harga saham terperosok 34% tahun ini," kata Mobius yang mengelola dana luar negeri sekitar US$40 miliar untuk diinvestasikan di bursa berkembang. "Jika mereka turun dengan 20% itu sudah sangat atraktif."
Indeks SET di Thailand naik 0,8% hari ini, setelah Kabinet Thailand menyetujui diadakannya referendum untuk mengatasi krisis politik di negara itu, kata Menteri Kebudayaan Somsak Kietsuranond.
Dia mengatakan topik pasti dari referendum itu masih belum jelas. Namun intinya akan mengajukan serangkaian pertanyaan antara lain apakah pemerintah harus mundur, apakah pemerintah harus membubarkan Parlemen dan apa pendapat mereka tentang berlanjutnya protes terhadap pemerintah.
Pemerintahan PM Samak Sundravej dilumpuhkan oleh pendemo yang menduduki kompleks kantornya sejak 26 Agustus. Mereka menuntut Samak mengundurkan diri.
Langkah itu diambil Thailand setelah Samak sehari sebelumnya mengumumkan keadaan darurat di Bangkok untuk memulihkan keadaan setelah bentrokan pada malam antara penentang dan pendukung pemerintah menelan korban satu orang tewas dan melukai 43 orang lainnya.
Dengan langkah itu, militer mempunyai hak untuk mengeluarkan perintah, otoritas dapat menangguhkan kebebasan sipil tertentu, melarang publik berkumpul lebih dari lima orang dan melarang media melaporkan berita yang menyebabkan kepanikan.
Samak tidak memberikan batas waktu berapa lama dekrit itu akan dijalankan, selain hanya menyebutkan tidak akan lama.
Templeton membeli saham Thai bank termasuk Kasikornbank Pcl and Bangkok Bank Pcl, Mobius mengatakan. Kasikornbank, bank terbesar kedua dilihat dari nilai pasar, telah anjlok 20% tahun ini. Bangkok Bank, bank nasional terebar, juga melorot 5,9%,
Indeks Mobius's Templeton Emerging Markets Fund turun 26% tahun ini seiring dengan MSCI Emerging Markets indeks. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'