Bisnis Indonesia Online
Sabtu, 06/09/2008 10:56 WIB
Bursa Asia jatuh dalam 13 bulan terbesar
oleh : M. Yunan Hilmi
SINGAPURA (Bloomberg): Bursa Asia mengalami penurunan terbesar dalam 13 bulan akibat kekhawatiran lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia akan mempengaruh permintaan bahan mentah dan produk lainnya. Saham BHP Billiton Ltd dan Cnooc Ltd terpuruk lebih dari 10% pekan ini setelah harga komoditas logam dan minyak mentah turun tajam. LG Electronics Inc, raksasa pembuat televisi, anjlok 7,4% setelah melemahnya ekspor Korsel memicu perlambatan perekonomian. Hon Hai Precision Industry Co juga terpukul 11% memimpin penurunan pada kelompok industri teknologi. "Dua bulan lalu terasa menyakitkan. Ketidakpastian perekonomian berarti tekanan pada sektor komoditas bakal membesar dalam jangka pendek," kata Ivan Leung, chief investment strategist JPMorgan Private Bank, Hong Kong. MSCI Asia Pacific Index turun 6,7% menjadi 116,85, penurunan terbesar dalam lima hari yang berakhir 17 Agustus 2007. 10 kelompok industri tertekan yang terlihat dari perusahaan energi dan pertambangan mencatat kerugian paling besar. Nikkei 200 Stock Average Jepang tertekan 6,6% menjadi 12.212,23, indeks Kospi terjungkal 4,7% di Korsel, Hang Seng Index Hong Kong terbenam 6,3% mendekati di bawah 20.000 untuk pertama kali sejak April 2007. SET Index Thailand juga turun 5,7% setelah PM Samak Sundaravej mengumumkan keadaan darurat. Saham BHP, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, terpuruk 11% menjasi A$37, Rio Tinto Group juga turun tajam 14% menjadi A$110.80. Cnooc juga rugi 13% menjadi HK$10,44 di Hong Kong. Inpex Holdings Inc, perusahaan eksplorasi minyak terbesar di Jepang, terjungkal 13% menjadi 1,03 juta yen.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'