Bisnis Indonesia Online
Senin, 08/09/2008 07:28 WIB
Pasar bearish akibat inflasi
oleh : Harry Setiadi Utomo
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan lalu bergerak bearish yang dipengaruhi oleh data inflasi Agustus, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan koreksi teknis saham Astra Internasional dan Bumi Resources.
IHSG dalam perdagangan lima hari lalu ditutup pada level 2.022,56 melemah 143,38 poin (-6,61%), yang merupakan posisi terendah sejak Agustus 2007. Investor asing membukukan total penjualan bersih Rp1,2 triliun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 2,3% pada Jumat.
Sejak senin, IHSG tertekan ke level 2.164,62 turun tipis 1,32 poin (-0,06%) didorong oleh kenaikan laju inflasi bulanan untuk Agustus sebesar 0,51% (m-t-m) dan 11,85% (y-o-y).
Pelaku pasar mengkhawatirkan meningkatnya laju inflasi selama September karena meningkatnya pengeluaran masyarakat dalam bulan puasa dan menghadapi perayaan Idulfitri.
Kekhawatiran tersebut sekaligus menjadi faktor penekan saham perbankan pada awal pekan, saham Bank Mandiri (BMRI) melemah Rp25 (-0,88%), Bank Niaga (BNGA) turun Rp10 (-1,12%) dan Bank Danamon (BDMN) melemah Rp100 (-1,85%).
Tekanan terhadap IHSG berlanjut pada perdagangan Selasa oleh koreksi harga komoditas minyak dan nikel. Koreksi harga minyak yang berlanjut menuju level US$108,25 per barel, bahkan sempat menyentuh level US$105 per barel, makin melemahkan harga saham batu bara.
Saham BUMI turun Rp250 (-4,72%), PTBA terpeleset Rp300 (-2,05%), dan emiten minyak Medco Energi tergelincir Rp150 (-3,06%). Saham INCO melemah Rp100 (-2,72%) dan ANTM tertekan Rp60 (-3,23%).
Koreksi ANTM juga didorong oleh kinerja ANTM semester I/2008 yang mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp1,46 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,87 triliun, karena menurunnya penjualan sebesar 7,37% akibat melemahnya harga komoditas nikel yang mencapai US$19.255 per ton atau turun 8,13% pada 2 September.
Menjelang akhir pekan, tekanan terhadap IHSG berlanjut oleh koreksi teknikal saham ASII yang telah overbought pada perdagangan Rabu dengan indeks RSI mencapai level 59 tertinggi dalam sebulan terakhir dan faktor indeks regional yang melemah.
Akibatnya, pelaku bursa pun segera melakukan aksi ambil untung atas saham ASII. Saham Astra International telah mencatat gain sebesar 7,3% dalam lima hari perdagangan yang dipengaruhi oleh sentimen positif kinerja perseroan dalam semester I/2008 yang mencatat kenaikan laba bersih sebesar 8% menjadi Rp4,7 triliun pada semester I/2008.
Laba bersih per saham dasar (earning per share) ASII naik 81% menjadi Rp1.174. Selain itu, kinerja Bank Permata (BNLI) yang membukukan laba bersih Rp273 miliar atau naik 41,2% ikut menaikkan harga saham Astra International karena 44,505% sahamnya dimiliki oleh perseroan.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'