Bisnis Indonesia Online
Senin, 06/10/2008 16:22 WIB
Bumi seret IHSG sore 183 poin
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Saham BUMI terjun bebas seret indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup anjlok 10,02% atau -183,77 poin menjadi 1.648,74 dengan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia anjlok, hanya 10 saham mencatat kenaik an harga.
Nilai transaksi Rp3,69 triliun dengan volume 3,24 miliar lembar saham. Dari 383 emiten yang sahamnya ditransaksikan di BEI, hanya 10 saham yang mencatat kenaikan harga, 209 terkoreksi dan 9 tetap.
Saham sektor tambang terjun bebas yakni 22,25% khususnya Bumi Resources (BUMI) yang terhempas 32,03% menjadi Rp2.175. Sektor pertanian juga tak kalah terpuruknya, turun 19,41%, trade terhempas 16m71% dan properti terjungkal 12,17%. Saham finansial hanya turun 4,23% tertolong saham Bank International Indonesia (BNII) yang meroket 40,32% menjadi Rp435.
Riset Analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan inflasi September 2008 yang tercatat sebesar 0,97%, lebih tinggi dibanding Agustus 2008 yang sebesar 0,51% menyebabkan investor asing panik. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dari Januari-September 2008 sebesar 10,47%, sementara year on year sebesar 12,14%.
"Investor asing seperti paranoid sekarang, mereka sudah merugi di Amerika Serikat, begitu melihat inflasi kita naik dari bulan sebelumnya, mereka langsung ketakutan," kata Ketut.
Menurut Ketut, laju inflasi ini meski tidak sampai 1% menjadi sentimen negatif bagi pasar modal domestik ditengah gempuran hebat dari pasar di kawasan regional dan global pasca kemelut ekonomi di Amerika Serikat.
"Kita tidak tahu sampai kapan gejolak finansial di AS ini akan berakhir. Selama indeks saham regional dan di AS masih turun, IHSG juga akan turut tertekan meski funademental ekonomi domestik sebenarnya masih bagus," kata Ketut.
Top losers sore ini diderita saham Indo Tambngraya Megah (ITMG) terjerembab 21,36% menjadi Rp17.300, Astra Agro Lestari (AALI) terhempas 22,77% menjadi Rp10.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terkoreksi 22,99% menjadi Rp7.200, United Tractors (UNTRS) minus 21,69% menjadi Rp7.400, BUMI turun 32,03% menjadi Rp2.175, dan London Sumatera (LSIP) minus 24,64% menjadi Rp2.675.
Namun saham bank BII mampu meroket pasca tuntasnya akuisisi saham oleh Malayan Banking Berhard yang sempat tertunda. Saham BII mencatat top gainers bersama saham BTPN naik 12,50% menjadi Rp2.250 dan INTP naik 0,83% menjadi Rp6.050.
Menurut Ketut, investor mesti berhati-hati masuk ke pasar saham saat ini. Jika belum memiliki portofolio di saham, sebaiknya tunda dulu, sedangkan untuk yang sudah memiliki, tahan dulu.
Dia menambahkan harga saham komoditas yang akan paling terpukul seiring penurunan harga saham komoditas di pasar global, perlambatan permintaan komoditas baik untuk konsumsi juga untuk alternatif investasi. Investor mulai menjual kepemilikan portofolionya baik saham juga komoditas untuk memegang tunai berbentuk dolar AS, akibatnya mata uang AS ini menguat hingga tertinggi 13 bulan terhadap euro dan lima mata uang kuat lainnya.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'