Bisnis Indonesia Online
Selasa, 07/10/2008 07:24 WIB
Kisaran support-resistance 1.570-1.700
oleh : Lahyanto Nadie
JAKARTA (bisnis.com): IHSG kemarin anjlok 10,03% ditutup ke posisi 1.648,739, terendah sejak November 2006. Penurunan kemarin merefleksikan terpuruknya bursa global yang terjadi pada saat libur Lebaran pekan lalu.
Panin Sekuritas menilai bailout US$700 miliar terbukti tidak mampu menenangkan pasar. Di sisi lain, ancaman margin call dan redemption reksa dana akan membayangi pergerakan bursa hari ini. Kisaran support-resistance 1.570-1.700.
Trimegah Securities berpendapat bahwa terpuruknya bursa regional, memberikan dampak negatif terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin. Akumulasi pelemahan harga, menyeret IHSG terempas hingga 10% mendekati kisaran support 1.635/1.650.
Apabila indeks gagal bertahan pada support 1.650, IHSG hari ini berpeluang menguji support basis level terendah 2008 yang pernah dicapai bulan lalu di level 1.592. IHSG diperkirakan bergerak di interval 1.585-1.670.
Sementara itu, Optima Securities menilai indeks saham setelah libur Lebaran turun 10% ke posisi 1.648 mendekati level terendah intraday pada bulan lalu ke level 1.592. Kondisi negatif yang demikian menimbulkan panic selling yang menekan investor yang menggunakan fasilitas margin atau repo. Indeks masih dalam tren bearish dengan kisaran pergerakan 1.590-1.730 de-ngan pilihan saham: BNII, APEX, PGAS, ASII dan PTBA.
Disclaimer
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian independen.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'