Bisnis Indonesia Online
Selasa, 07/10/2008 07:30 WIB
Pasar saham cermati respons BI
oleh : Arif Gunawan S.
JAKARTA (Bisnis.com): Di tengah tekanan bursa saham global dan kenaikan inflasi dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait dengan BI Rate akan menjadi perhatian utama pelaku pasar hari ini.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih melemah, dengan level psikologis 1.600 menjadi titik terbawah.
Analis PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Gifar Indra Sakti mengatakan bursa saham masih berpotensi terkoreksi, selama belum ada sentimen positif dari harga komoditas, kondisi ekonomi global, dan nasional.
"Tekanan jual pada hari ini masih ada, apalagi inflasi masih lumayan tinggi. Karenanya, potensi koreksi masih ada dan pasar cenderung turun," tuturnya kemarin.
Dia memperkirakan IHSG bergerak ke kisaran support 1.596 dengan resistance 1.740. Saham komoditas diduga masih akan menjadi pemberat pergerakan indeks.
Bursa saham Indonesia tertimpa koreksi terparah di bursa Asia dengan pelemahan indeks hingga 183,77 poin atau 10% ke level 1.648,74. Tekanan bursa global pada pekan lalu baru berimbas pada pembukaan pasar hari ini.
"Pasar terkena bonus sentimen negatif dari dalam negeri berupa inflasi September yang naik 0,97%, sehingga target inflasi pemerintah pada akhir tahun ini menjadi sulit tercapai," tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar akan mencermati kebijakan fiskal yang diambil pemerintah Yudhoyono dan Kalla, dan penetapan BI Rate.
Gifar memprediksi BI Rate yang saat ini ditetapkan di level 9,25% kemungkinan besar dinaikkan untuk meredam tingginya laju inflasi September yang melampaui konsensus pasar 0,8%.
"Kalau BI Rate dinaikkan lagi, hal itu akan menjadi sentimen negatif tambahan bagi bursa karena pemodal akan memilih menyimpan dananya ke deposito dibandingkan dengan membeli saham," ujarnya.
Saham yang harganya anjlok antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang anjlok Rp1.025 menjadi Rp2.175, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp150 menjadi Rp2.500, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp400 menjadi Rp1.060, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp450 menjadi Rp4.950.
Saham yang harganya menguat hanya ada sepuluh. Beberapa di antaranya adalah saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) yang menguat Rp125 menjadi Rp435 menyusul kepastian akuisisi Maybank.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'