Bisnis Indonesia Online


Selasa, 07/10/2008 07:44 WIB

Komoditas dan finansial seret indeks Asia

oleh : Berliana Elisabeth S.

HONG KONG (Bloomberg): Indeks saham di pasar Asia anjlok untuk keempat harinya mengikuti pasar global, dipicu penurunan harga saham produsen elektronik dan komoditas karena kekhawatiran masalah kredit akan mengancam terjadinya resesi sehingga akan menurunkan permintaan akan kedua jenis produk tersebut.

Sharp Corp harga sahamnya terjungkal setelah memangkas prediksi laba bersih tahunannya sehingga memicu indeks Nikkei 225 Jepang terhempas hingga di bawah 10.000 untuk pertama kali sejak Desember 2003.

BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia, harga sahamnya terjerembab2% setelah harga logam terkoreksi. Saham National Australia Bank Ltd juga terhempas 2,7% ketika Bank of America Corp tidak membagi dividen karena laba bersih anjlok.

"Yang ditakutkan oleh para ekonom adalah ancaman resesi," kata Jason Teh, pengelola dana senilai US$5,7 miliar pada Investors Mutual Ltd. di Sydney.

MSCI Asia Pacific Index terkoreksi 3,2% menjadi 97,25 pada pukul 9:26 a.m. di Tokyo, penurunan empat hari berturut-turutnya. Seluruh, 10 sektor industri, yang tertera pada indeks ini anjlok dengan penurunan terbesar terjadi pada sektor finansial dan produsen komoditas dasar.

Nikkei 225 terjungkal 5,1% menjadi 9.938,98. Mitsui Mining & Smelter Co, salah satu pemilik tambang tembaga terbesar di Jepang, harga sahamnya juga terhempas 6,6% menjadi 197 yen setelah menahan dividen dan memprediksi penurunan laba bersih pada kuartal kedua tahun ini.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 2,6%, Indeks Kospi Korsel terkoreksi 2,7%. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup hingga di bawah 10.000 untuk pertama kali sejak Oktober 2004 atau anjlok 800 poin.

Indeks Standard & Poor's juga terhempas 3,9% menjadi 1.056,89, penurunan mingguan terburuk sejak 2001.

Harga enam logam yang diperdagangkan di bursa London Metal Exchange terkoreksi 5,8%, penurunan terbesar sejak 16 Agustus 2007. Harga seng turun 2,9%, tembaga terkoreksi 7,5% dan nikel terjungkal 5,6%.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Belanja online gairahkan Wall Street
  • IHSG bergerak terbatas tunggu hasil rapat BI
  • Saham di Wall Street dan Eropa akan pulih 2009
  • Saham Bumi tahan laju IHSG sore yang naik 1 poin

Komentar

Beri Komentar