Bisnis Indonesia Online
Selasa, 07/10/2008 08:13 WIB
Dow terendah 4 tahun hingga di bawah 10.000
oleh : Berliana Elisabeth S.
NEW YORK (Bloomberg): Indeks saham di bursa Wall Street Amerika Serikat anjlok, bahkan Dow Jones terpuruk di bawah 10.000, terendah sejak empat tahun setelah bailout perbankan di Eropa menekan harga saham produsen komoditas.
Seluruh indeks saham di pasar global anjlok, menghapus lebih dari US$2 triliun nilai pasar. Bank of America Corp. dan Citigroup Inc harga sahamnya bahkan terhempas 5% setelah pemerintah Jerman memimpin program penyelamatan melalui dana talangan (bailout) terhadap perusahaan Hypo Real Estate Holding AG serta BNP Paribas SA membeli saham Fortis khususnya unit di Belgia.
Harga saham Chevron Corp terhempas 3,2% ketika harga minyak mentah anjlok hingga terendah sejak Februari 2008. Namun indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mampu naik 430 poin dari posisi tengah harinya dipicu spekulasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga untuk melikuidkan pasar kredit.
Indeks Standard & Poor's 500 terkoreksi 42,34 poin atau 3,9% menjadi 1.056,89, terendah sejak November 2003. DJIA anjlok 369,88 poin atau 3,6% menjadi 9.955,50 bahkan pada awal perdagangan anjlok 7,8%, penurunan terbesat sejak Oktober 1987. Volatilitas indeks pada Chicago Board Options Exchange mencapaii rekor pada transaksi tengah hari sebesar 58,24.
"Saat ini terjadi kepanikan di sektor finansial bahkan hingga ke industri finansial di pasar global," kata Ralph Shive, chief investment officer 1st Source Corp.
Setiap saham perusahaan yang tercatat dalam indeks Dow Jones dan 10 sektor indutri yang tercatat S&P 500 harganya terkoreksi. Surat utang negara naik dan harga emas melejit 4% ketika investor mencari investasi yang lebih aman.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'