Bisnis Indonesia Online
Selasa, 07/10/2008 08:49 WIB
'Saham pilihan MPPA, LPLI, EXCL, BUMI, BMTR, META'
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Pengaruh sentimen negatif dari bursa global dan regional serta besarnya angka inflasi menyebabkan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Namun masih ada saham yang patut dikoleksi yakni MPPA, LPLI, EXCL, BUMI, BMTR, dan META.
Paramitra Alfa Sekuritas menyatakan secara teknikal, indeks diperkirakan melemah dalam pola bearish jangka pendek dan jangka menengah. Resistance indeks berada pada level 1678-1715 sementara support indeks di level 1605-1553.
Kejatuhan bursa global selama sepekan baru terefleksi pada perdagangan kemarin sehingga indeks ditutup melemah 10,03% (183 poin) yang dimotori oleh saham-saham berbasis komoditas. Dow Jones pada perdagangan kemarin malam juga masih mengalami tekanan sebesar 3,58% (369 poin) disebabkan karena investor menyadari bahwa program talangan dana sebesar US$700 miliar untuk sektor keuangan tersebut tidak akan menggairahkan kembali pasar kredit. Regional pada pagi ini dibuka melemah.
Hasil data inflasi bulan September 2008 yang diatas ekpektasi membuat inflasi yoy sebesar 12,14% sehingga diperkirakan BI rate akan naik 25 basis poin atau 0,25%.
Head of Research Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing menyatakan meski kondisi indeks domestik masih tidak menentu, masih ada sejumlah saham yang dapat dibeli ketika harga sudah murah 'buy on weakness' karena aksi korporasinya memberi peluang kenaikan harga saham.
Department store Matahari (MPPA) terus menggenjot penjualan pakaian jadi merek sendiri, di samping menambah kelengkapan toko dengan berbagai merek ternama menyusul perluasan gerainya. Omzet department store Matahari lebih besar diperoleh dari merek busana merek pemasoknya. Matahari memiliki 82 gerai department store yang akan menjadi 85 toko pada tahun 2008, dan satu gerai Parisian.
PT Lippo E-Net Tbk (LPLI) akan melakukan penawaran umum terbatas V dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu maksimum 720.266.340 saham biasa Seri C bernominal Rp100 per helai. Rasio aksi koporasi tersebut 5:8 atau setiap pemegang lima saham lama berhak mendapatkan delapan HMETD untuk membeli delapan saham baru dengan harga pelaksanaan Rp139 per lembar. Dana hasil PUT V akan digunakan untuk membiayai sebagian pembelian saham-saham milik PT Mitra Bangun Sejati sebanyak 1.997.999.815 lembar atau 99,90% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
PT Exelcomindo Pratama Tbk (EXCL) pada Lebaran 1 Oktober 2008 mencatat jumlah trafik layanan suara mencapai 870 juta panggilan. Angka ini melonjak 149% dibanding Lebaran 2007 sebesar 350 juta panggilan. Selain itu, layanan pesan singkat juga melonjak yang mencapai 100 juta atau naik ketimbang tahun lalu sebanyak 86 juta SMS.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkapkan perseroan mendapatkan pinjaman baru US$50 juta dari Credit Suisse Singapura. Pinjaman tersebut berjangka waktu 36 bulan dan akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Penawaran umum perdana PT Prime Petroservices Tbk telah mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan melalui surat tertanggal 26 September 2008. Setelah itu perseroan segera melakukan public offering kepada para calon investor.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengantongi dana US$21 juta atau setara dengan Rp199,5 miliar melalui penerbitan obligasi wajib tukar dengan PT Rekadaya Adicipta guna pengembangan bisnis jalan tol perseroan. Total kebutuhan dana untuk bisnis di sektor jalan tol adalah US$70 juta, tetapi saat ini perseroan baru memperoleh pendanaan US$21 juta.
Total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol tersebut adalah Rp600 miliar dan Rp350 miliar didanai oleh Bank Mega. Jalan tol merupakan portofolio ketiga perseroan. Hingga saat ini, total panjang jalan tol yang dimiliki perseroan menjadi 24,77 km.
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menjual 10,93% saham dari total saham beredar PT Mobile-8 Telecom Tbk. Nilai transaksi pembelian oleh Jerash Investment Ltd itu mencapai Rp316,17 miliar. Tujuan dari transaksi tersebut adalah mempertajam fokus strategi perseroan di bisnis media.
Jumlah saham yang dijual Global Mediacom mencapai 2,21 miliar saham dengan harga penjualan per saham Rp143. Transaksi pembelian oleh perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab dilakukan dua kali yaitu pada 19 September 2008 dengan besar transaksi pembelian 1,01 miliar saham (5%) dan pada 22 September 2008 sebesar 1,2 miliar saham (5,93%). Langkah tersebut terkait dengan pernyataan manajemen Global Mediacom tentang pembicaraan mengenai rencana jual beli saham antara pemegang saham Mobile-8 Telecom dan pemilik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator Esia.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'