Bisnis Indonesia Online
Selasa, 07/10/2008 10:10 WIB
IHSG dan rupiah kembali terpuruk
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pagi ini melanjutkan penurunannya yakni minus 1,44% atau 24,38 poin menjadi 1.624,36 terseret sektor tambang dan pertanian. Bahkan rupiah anjlok hingga ke Rp9.635
Sektor tambang terkoreksi paling dalam yakni minus 4,77% disusul pertanian minus 3,57%, trade 1% dan finansila -0,83%.
Penurunan IHSG ini tidak terlepas dari memerahnya bursa saham global dan regional dimana Nikkei 225 Jepang terpuruk 324 poin, Strait Times -6 poin, KLCI Kuala Lumpur minus 4 poin, Dow Jones -369 poin, FTSE London -391 poin dan Nasdaq minus 78 poin.
Bahkan rupiah juga terjungkal 50 poin menjadi Rp9.635 per dolar AS dipicu tingginya inflasi September 0,97%, lebih tinggi dibanding Agustus 2008 yang sebesar 0,51%. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dari Januari-September 2008 sebesar 10,47%, sementara year on year sebesar 12,14%.
Top loser pagi ini dicatat saham Ido Tambangraya Megah (ITMG) turun 6,93% menjadi Rp16.100, Medco Energy (MEDC) terhempas 12,50% menjadi Rp2.625, Astra Agro Lestari (AALI) minus 3,50% menjadi Rp9.650, Gudang Garam (GGRM) minus 5,12% menjadi Rp5.550, Adaro Indonesia (ADRO) terhempas 18,18% menjadi Rp990, dan London Sumatera (LSIP) minus 6,54% menjadi Rp2.500.
Rontoknya saham sektor komoditas ini tidak terlepas dari koreksi harga miyak mentah di New York yang kemarin sempat sentuh level terendah 8 bulan dan pagi ini menyentuh US$88,97 per barel.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'