Bisnis Indonesia Online
Rabu, 08/10/2008 09:06 WIB
'Saham pilihan BBRI, DLN, DILD, ISAT, SONA, TRIL'
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kucurkan kredit valas 5% dari total kredit. Analis merekomendasikan beli ketika murah, buy on weakness, saham BBRI dan saham lainnya seperti MDLN, DILD, ISAT, SONA, TRIL, dan saham yang akan IPO, Sekawan Intipratama.
Paramitra Alfa Sekuritas menyatakan BRI belum berencana memberhentikan laju kredit dalam valuta asing kendati likuiditas di pasar internasional makin terbatas akibat imbas krisis finansial yang menerpa Amerika Serikat.
Kredit valas yang dikucurkan perseroan sangat kecil yakni 5% dari total kredit, sehingga kebijakan bank sentral untuk membatasi kucuran kredit berdenominasi mata uang asing tersebut tidak perlu dilakukan perseroan.
"Kami rekomendasikan buy on weakness saham BBRI," kata Head of Research Paramitra Pardomuan Sihombing.
Sihombing juga merekomendasikan 'buy on weakness' saham-saham lainnya seperti MDLN, DILD, ISAT, SONA, TRIL, dan saham yang akan IPO, Sekawan Intipratama.
PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akan mengembangkan proyek perumahan Modernhill di atas lahan seluas 20 hektare di kawasan Pondok Cabe, Tangerang, Provinsi Banten. Pada tahap awal, Modernland akan membangun satu cluster yang terdiri atas sekitar 170 unit rumah. Cluster tersebut akan memiliki landskap berbentuk terasering, dengan memanfaatkan kontur lahan berbukit di lokasi perumahan.
PT Intiland Development Tbk (DILD) tengah menyiapkan skema alternatif pembayaran pembelian perumahan, bagi masyarakat yang ingin membeli produk rumah yang dibangunnya. Pembayaran uang muka atau cicilan awal pembelian rumah bisa dilakukan langsung ke Intiland dalam periode terrtentu, tanpa melalui jasa perbankan.
Pasca Lebaran, PT Indosat Tbk (ISAT) tetap memprioritaskan penetrasi pasar di daerah. Yaitu, di Jawa Timur, seperti Madiun, Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Malang Lumajang, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Bojonegoro.
Dengan memaksimalkan infrastruktur yang ada, seperti based tranceiver station (BTS), repeater dan perangkat lain yang sudah dioperasikan sebelum Lebaran. Pasca Lebaran, Indosat tidak akan mengurangi kapasitas dan ketersediaan infrastruktur yang ada melainkan lebih memaksimalkan lagi. Tujuannya adalah untuk menjaring lebih banyak lagi pelanggan di daerah baru.
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melaporkan jumlah kepemilikan sahamnya di UBS AG London Branch A/C IPB yang mencapai lebih dari 5% atau sebanyak 61,375 juta saham. Kepemilikan sebesar 5% atau lebih saham perseroan dimiliki oleh UBS AG London Branch.
Merrill Lynch & Co Inc kini hanya memiliki saham sebanyak 112,77 juta lembar di PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) setelah melakukan beberapa penjualan saham. Pada 25 September 2008 dijual saham sebanyak 46 ribu lembar di harga rata-rata Rp664,74 per lembar, pada 26 September 2008 dilepas lagi 10,5 ribu lembar di harga rata-rata Rp650,48 dan 28 September 2008 dijual 228 ribu lembar di harga Rp650 per saham. Dengan demikian total saham Merrill Lynch di Triwir mencapai 112,777 juta atau setara 9,40%.
PT Sekawan Intipratama akan melepas 240 juta saham melalui penawaran saham perdana (IPO). Rencana penawaran saham akan digelar pada 8-10 Oktober 2008 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 17 Oktober 2008. PT Asia Kapitalindo Securities Tbk dan PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Harga penawaran Rp150 per helai atau total nilai Rp36 miliar. Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan pada anak usaha PT Zensei Indonesia sebesar 54,17%, pelunasan sebagian utang bank sekitar 32,28% dan sisanya untuk modal kerja.
bisnis.com
Berita Lain
- BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
- IHSG siang tertolong saham bank, rupiah menguat
- Saham bank angkat IHSG pagi +15 poin
- Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
- 'Buy on weakness INCO, BYAN, BMRI dan DVLA'