\'IHSG berpeluang terseret ke level terendah 2006\'

Jumat, 24/10/2008 07:35:37 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): IHSG mulai kehilangan momentum di tengah gejolak pelemahan perekonomian dunia dan minimnya sentimen positif. Indeks diprediksi kembali mengalami kontraksi harga yang akan berpeluang terseret ke level support terendah tahun 2006 pada level 1.232.

Trimegah Securities menyatakan perdagangan kemarin kembali menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menembus level support terendah 1.358, seiring dengan terpuruknya bursa utama regional menuju level yang rendah.

Hal tersebut memberikan indikasi bahwa IHSG mulai kehilangan momentum di tengah gejolak pelemahan perekonomian dunia dan minimnya sentimen positif. Apabila pada perdagangan hari ini IHSG gagal bertahan pada area level 1.300, kemudian bergerak pada interval yang terbentuk kemarin pada kisaran 1.337-1.369, IHSG diprediksi kembali mengalami kontraksi harga yang akan berpeluang terseret ke level support terendah tahun 2006 pada level 1.232.

Indosurya Securities menyatakan IHSG kembali terkoreksi 3,1% di tengah minimnya transaksi. IHSG mengikuti koreksi tajam bursa AS dan Asia, serta pelemahan rupiah hingga 0,6% merupakan sinyal menjauhnya investor dari pasar modal di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia. IHSG diprediksi bergerak pada 1.310 hingga 1.350 dengan tetap memerhatikan pergerakan bursa regional.

Panin Sekuritas menyatakan IHSG kembali anjlok 3,08% di tengah minimnya nilai transaksi perdagangan. Penurunan indeks mengikuti gerak bursa regional yang melemah akibat kekhawatiran akan dampak resesi global terhadap kinerja korporasi, serta anjloknya harga komoditas dunia. Minimnya sentimen positif membuat investor melakukan wait and see, meskipun saham unggulan saat ini sudah banyak yang oversold. Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed ke kisaran support-resistance 1.278-1.350.

Disclaimer

Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian independen.

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika