Bisnis Indonesia Online
Selasa, 18/11/2008 23:23 WIB
Investor di Wall Street menahan diri
oleh : AP/JBBI
NEW YORK: Investor di Wall Street menahan diri di tengah data ekonomi AS yang buruk, yang menimbulkan pertanyaan tentang seberapa lama krisis akan berlangsung.
Prediksi analis tentang periode krisis yang akan cukup panjang membuat investor ritel menepi, sementara pedagang besar seperti hedge fund bersikap menahan diri.
Indeks Dow Jones naik 135,80 poin (1,64%) pada pembukaan perdagangan Selasa di 8.409,38 poin, sedangkan indeks yang lebih luas Standard & Poor's 500 naik 12,08 poin (1,42%) menjadi 862,83 poin. Sementara Nasdag naik 10,57 poin (0,71%) menjadi 1.492,62.
Pemerintah AS pada Selasa mengumumkan bahwa tingkat perdagangan grosir pada Oktober terendah sepanjang tahun ini. Hal ini menimbulkan kecemasan terjadinya deflasi.
Banyak analis AS percaya perekonomian negara mereka telah jatuh ke resesi yang buruk, di tengah harapan bahwa dengan inflasi yang rendah bank sentral akan menurunkan suku bunga lagi.
Sementara itu Menkeu Henry Paulson dan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke berupaya menjelaskan kepada Congress tentang perubahan pemakaian dana talangan US$700 miliar dari semula untuk membeli aset-aset busuk di perbankan menjadi injeksi ke perbankan untuk meningkatkan modal dan mendorong pemberian kredit konsumsi.
Pasar juga menunggu perkembangan permintaan Ford, Chrysler, dan General Motors) agar pemerintah AS memberikan dana talangan bagi tiga raksasa otomotif itu agar mereka dapat terus beroperasi menyusul melemahnya pembelian dan semakin menguapnya persediaan dana tunai.
Pasar agak positif setelah Hewlett Packard Co pada hari ini mengumumkan prediksi pendapatna pada kuartal keempat dan 2009 akan lebih tinggi dari proyeksi Wall Street.
"Kabar dari HP itu sangat positif," ujar Jack Ablin, Chief Investment Officer di Harris Private Bank, Chicago. "Hal itu memperlihatkan bahwa dunia belum kiamat." (lt)
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer
- IHSG dan rupiah siang kompak terkoreksi
- IHSG dan rupiah pagi turun terseret regional