Bisnis Indonesia Online
Rabu, 19/11/2008 08:11 WIB
Nikkei melemah meski mayoritas harga naik
oleh : Berliana Elisabeth S.
TOKYO (Bloomberg): Indeks saham Nikkei dibuka terkoreksi meski mayoritas saham naik harga ketika investor menilai harga sudah hampir mendekati rekor valuasi terendah. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc memimpin penurunan valuasi harga saham sektor bank setelah menyatakan memiliki kredit bermasalah yang memengaruhi laba.
Softbank Corp, mobile carrier, yang kehilangan setengah dari nilai harga sahamnya tahun ini, pagi ini harga sahamnya menanjak 2,4%. Isuzu Motors Ltd, yang yield dividennya lebih dari dua kali lebih tinggi karena pertumbuhan obligasi pemerintah, menanjak 2%.
Mitsubishi UFJ, bank listing terbesar di Jepang, harga sahamnya turun 3,7% setelah mencatat penurunan 61% laba bersih kuartalan dan mengumumkan penjualan saham untuk meningkatkan modal.
Indeks Topix naik 1,67 poin atau 0,2% menjadi 837,11 pada pukul 9:12 a.m. di Tokyo. Nikkei 225 Stock Average turun 11,06 poin atau 0,1% menjadi 8.317,35. Di New York, indeks Standard & Poor's 500 menghentikan penurunan empat jam perdagangan dan ditutup naik 1%.
"Penurunan harga saham membuatnya menjadi sangat murah. Saham yang nilai bukunya sudah sangat rendah akan menarik investor," kata Hiroichi Nishi, equities manager Nikko Cordial Securities Inc di Tokyo.
Pembagian dividen perusahaan yang tergabung dalam indeks Nikkei sebesar 2,5% dari harga patokan per 17 November, bandingkan dengan 1,48% yield obligasi negara bertenor 10 tahun, menurut data Bloomberg. Yield dividen Nikkei naik menjadi 2,97% pada 27 Oktober, tertinggi sejak Juli 1989.
Mitsubishi UFJ kemarin melaporkan penurunan 61% pendapatan bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir 30 September, dipicu terkoreksinya harga saham dan kenaikan biaya untuk memperbaiki kredit bermasalah. Bank ini menyatakan untuk menaikkan penjualan saham menjadi 546 miliar yen (US$5,64 miliar) demi menambah modal.
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer
- IHSG dan rupiah siang kompak terkoreksi
- IHSG dan rupiah pagi turun terseret regional