Bisnis Indonesia Online


Rabu, 19/11/2008 08:33 WIB

Tren IHSG menurun, perhatian ke saham Bakrie

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan turun dipengaruhi pergerakan indeks di bursa regional. Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada pergerakan saham grup Bakrie dan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan.

Mega Capital Indonesia IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 1.160-1.230 dengan target intraday support dan resistance berikutnya berada pada level 1.130-1.265.

IHSG bergerak melemah 47,071 poin (-3,81%)pada perdagangan kemarin. Melemahnya
indeks dipicu oleh melemahnya sebagian besar indeks di bursa regional dan melemahnya
hampir semua saham grup Bakrie. Sektor pertambangan dan infrastruktur menyumbang
penurunan indeks terbesar. Sementara itu, sector Consumer Goods menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penguatan. Pergerakan indeks di bursa Asia cenderung melemah. Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada level Rp11.750 per dolar AS.

Indeks saham di bursa Wall Street AS mengalami rebound ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif. Dow Jones ditutup naik 1,83% atau 151,17 poin menjadi 8.424,75 dan Nasdaq naik 0,08% atau 1,22 poin menjadi 1.483,27.

Indeks di bursa AS ini sempat mengalami tekanan namun berhasil ditutup menguat di akhir sesi setelah Hewlett Packard Co. mengumumkan kinerja kuartal empat dan 2009 akan membaik diatas ekspektasi pasar. Penguatan indeks di Wall Street juga ditopang oleh penguatan saham sektor energi.

Mega Capital menambahkan sejumlah berita negatif masih muncul terkait dengan sejumlah perusahaan besar yang akan melakukan efisiensi seperti Citigroup. Perdebatan mengenai penggunaan dana bailout menambah ketidakpastian dikalangan pelaku pasar. Beberapa perusahaan otomotif di AS sedang berusaha mendapatkan dana bantuan sebesar US$25 miliar dari paket bail out, namun rencana tersebut ditentang oleh kubu partai Republik.

Beberapa perusahaan otomotif membutuhkan dana bantuan secepatnya agar bisa bertahan.
Perusahaan otomotif, lanjut Mega Capital, dianggap perlu diselamatkan karena jika sampai mengalami kebangkrutan akan menjadi bencana bagi perekonomian AS yang sedang terpuruk. Producer Price Indeks periode Oktober diberitakan mengalami penurunan lebih banyak dari perkiraan.

Ketidakpastian yang terjadi di Wall Street membawa yield benchmark obligasi bertenor 10 tahun turun sebesar 3,53% dari 3,66% dan yield T-bill dengan jangka waktu tiga bulan bertahan pada level 0,10%. Nilai tukar dolar AS mengalami penurunan terhadap sejumlah mata uang utama. Harga minyak mentah juga mengalami penurunan menjadi US$54,39 per barel dan harga emas berada pada level US$738,20 per ounce. Pagi ini, bursa dikawasan Asia bergerak mix to lower.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan
  • 'Jual saham: AALI, LSIP, SGRO, BBCA, BBRI, dan ISAT'
  • APEI dukung pengunduran revisi MKBD

Komentar

Beri Komentar