Bisnis Indonesia Online
Rabu, 19/11/2008 09:02 WIB
Komoditas seret saham Asia pagi ini
oleh : Berliana Elisabeth S.
SEOUL (Bloomberg): Sebagian besar saham di bursa Asia melemah, dipimpin penurunan harga saham perusahaan produsen komoditas dan perusahaan finansial, seperti minyak, emas dan aluminium yang harganya turun, juga Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, yang mencatat penurunan keuntungan kuartalan hingga terendah empat tahun.
Woodside Petroleum Ltd, perusahaan minyak terbesar kedua di Australia, mencatat penurunan harga saham sebesar 6,3% setelah harga minyak turun hingga level terendah sejak Januari 2007. Mitsubishi UFJ, bank terbesar di Jepang, turun 3,1%. Babcock & Brown Ltd, saham dengan performa terburuk pada MSCI Pacific Index tahun ini, harganya kembali terhempas 19% di Sudney setelah menyatakan akan memangkas karyawan untuk mencegah gagal bayar utang.
MSCI Asia Pacific Index, indeks saham di kawasan Asia Pasifik, terkoreksi 0,3% menjadi 76,69 pada pukul 9:59 a.m di Tokyo. Harga saham pada indeks ini sudah turun 8,2 kali bulan lalu hingga sentuh level terendah sejak 1995, data Bloomberg. Indeks sudah terhempas 49% tahun ini dipicu kejatuhan saham sektor finansial karena kerugian mortgage yang mencapai US$1 triliun dan menyebabkan perusahaan memangkas karyawan sebanyak 166.000.
Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang terkoreksi 0,7% menjadi 8.270,69. Hampir seluruh bursa saham di Asia terkoreksi pagi ini.
Menurut data Bloomberg, 51% saham diperdagangkan di bawah nilai buku, dengan seperempat harga saham di Asia turun hingga setengahnya.
Indeks Futures Standard & Poor's 500 Index juga turun 1,1%, namun S&P 500 naik 1% kemarin di bursa Wall Street, dipimpin kenaikan harga saham sektor energi dan teknologi.
Harga saham Woodside turun 6,3% menjadi A$32,79. BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar di Australia, harga sahamnya turun 2,4% menjadi A$23,62.
Harga minyak mentah turun 1% menjadi US$54,39 per barel kemarin di New York. Harga emas turun untuk kedua harinya, yakni -1,3% menjadi US$732,70 per ounce, ketika harga alumunium turun hingga terendah tiga tahun di London.
bisnis.com
Berita Lain
- Indeks dibayangi koreksi saham bank
- IHSG diprediksi ke 1.380-1.420, ikuti global
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer