Bisnis Indonesia Online


Rabu, 19/11/2008 09:17 WIB

Bali Sec: Peluang beli INDF & PNBN

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks bursa dalam negeri masih akan bergejolak tanpa ada sentimen positif dan kembali ke level 1.100. Investor dianjurkan untuk lebih baik menunggu sentimen lanjutan. Saham INDF dan PNBN secara teknikal menunjukkan peluang beli meski tren bearish (penurunan) untuk jangka pendek.

Riset Analis Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan saham Indofood (INDF) secara teknikal untuk jangka pendek 3-7 hari, MA sudah diatas garis harga saham, harga sudah menyentuh support. Momentum analysis sudah oversold. Trend naik mungkin akan terjadi. Signal solid buy timbul hari ini namun short term menunjukkan tren bearish.

Saham Bank Panin (PNBN) secara tekhnikal jangka pendek 3-7 hari, MA diatas harga saham. Harga sudah terkoreksi sedikit namun ada potensi menguat lagi. Momentum Analysis mengindikasikan sudah oversold sehingga harga masih bisa naik kalau indeks secara umum positif namun untuk jangka pendek menunjukkan tren bearish.

"Sekali lagi investor diingatkan untuk berhati-hati masuk kembali ke saham-saham sebelum melakukan studi mendalam tentang sektor dan industri dari masing-masing saham. Hal ini sangat menentukan terhadap return saham tersebut karena perusahaan-perusahaan kemungkinan akan tertekan tanpa kecuali karena tekanan yang besar pada fundamental ekonomi. Investor dianjurkan untuk lebih fokus investasi pada sektor tertentu yang terbukti aman terhadap resesi dunia dari pada melihat saham tertentu," kata Ketut.

Menurut Ketut, harga saham di Bursa Efek Indonesia sudah semakin murah, namun bagi investor yang mempunyai horizon investasi jangan pendek atau harian, akan sangat sulit memprediksi pergerakan saham-saham. Hal ini juga dikarenakan oleh minimnya volume transaksi.

Kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 47 poin atau -3,81% dan ditutup di level 1.189,86. Indeks dipengaruhi oleh sentimen negatif bursa global selain sentimen penurunan saham BNBR dan ENRG yang sudah mulai ditransaksikan setelah selama sebulan di suspensi.

Dia menambahkan selain minimnya sentimen positif global, penurunan indeks yang besar juga dipengaruhi oleh minimnya nilai transaksi perdagangan. Nilai transaksi domestik hanya mencapai Rp700 miliar, sementara nilai transaksi investor asing hanya Rp400 miliar.

Bursa global sementara ini masih dilanda kekhawatiran akibat berbagai isu negatif seputar ekonomi global yang mendapat tekanan. Ekonomi Jepang sudah dalam kondisi resesi. Ini menambah deretan ekonomi negara-negara maju yang sudah masuk ke tahapan resesi sebelumnya seperti Amerika dan zona Eropa. Dengan resesi telah masuk ke semua negara paling maju dan menjadi motor penggerak pertumbuhan dan pelaku ekonomi dan tujuan ekspor hampir semua negara di dunia, maka besar kemungkinan bahwa ekonomi dunia akan mengalami masa yang lebih sulit lagi.

Tahun 2009 diprediksi akan menjadi tahun yang sulit dimana ekonomi negara maju sudah berkontraksi lebih dalam, sementara ini belum ada solusi untuk mengatasinya. Pertemuan G-20 yang telah berlalu gagal memberikan solusi yang kongkrit mengenai arah kebijakan global dalam menanggulangi krisis finansial ini. Investor selama ini berharap bahwa paket kebijakan yang digulirkan berujung pada solusi kongkrit dalam bentuk paket stimulus pemacu pertumbuhan global yang dilakukan oleh negara-negara besar yang terkoordinasi satu sama lain.

Selama dua hari ini, perkembangan ini membuat pasar saham sepi dan kurang bergairah, selain bahasan-bahasan pengamat dan analis masih memprediksi ekonomi akan mengalami downturn seterusnya.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan
  • 'Jual saham: AALI, LSIP, SGRO, BBCA, BBRI, dan ISAT'
  • APEI dukung pengunduran revisi MKBD

Komentar

Beri Komentar