Bisnis Indonesia Online


Rabu, 19/11/2008 12:27 WIB

Saham grup Bakrie terkena auto rejection, IHSG -23 poin

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) istirahat siang ini kembali terkoreksi yakni -1,99% atau -23,73 poin menjadi 1.166,13 terseret sektor perdagangan dan tambang. Saham grup Bakrie mayoritas terkena auto rejection karena turun hampir 10%.

Hanya sektor konsumsi yang mencatat kenaikan, sisanya terkoreksi termasuk finansial yang tadi pagi masih mencatat kenaikan.

Top loser siang ini dicatat saham Tambang Batubara (PTBA) -5,93% menjadi Rp5.550, Astra International (ASII) -2,92% menjadi Rp8.300, Indosat (ISAT) -5,78% menjadi Rp4.075, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -7,56% menjadi Rp2.750 dan Indo Tambang (ITMG) -2,46% menjadi Rp7.900.

Saham grup Bakrie terkena auto rejection (penghentian otomatis)batas bawah yakni Energi Mega (ENRG) terkoreksi hingga mentok minus 9,52% atau Rp30 menjadi Rp285. Begitu juga dengan saham Bumi Resources (BUMI) -9,47% atau Rp90 menjadi Rp860 dengan volume transaksi 11,299 juta saham senilai Rp9,717 miliar dan 281 kali berpindahtangan.

Saham grup Bakrie lainnya yang terkena auto rejection penurunan yakni Bakrie & Brothers (BNBR) -9,92% atau Rp13 menjadi Rp118, Bakrie Sumatera (UNSP) -9,09% menjadi Rp250 dan Bakrieland Plantations (UNSP) yang hampir terkena auto rejection yakni -8,45% menjadi Rp65.

Mega Capital Indonesia menyatakan perhatian pelaku pasar masih tertuju pada pergerakan saham grup Bakrie dan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan.

Indeks saham di kawasan regional mayoritas terkoreksi siang ini, Nikkei Jepang -1,03%, Indeks Topix -1,14%, Hang Seng -0,22%, Shanghai naik 1,95%, Kospi -1,15%, NZSE Selandia Baru -0,30%, KLCI Kuala Lumpur -0,40%, PSE Filipina +0,823% dan Vietnam -1,12%.

Riset analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan turunnya harga minyak dunia yang mencapai level US$54 per barel dapat menjadi sentimen negatif bagi saham-saham berbasis energi.

Harga minyak mentah siang ini naik tipis US$0,06 menjadi US$54,45 per barel untuk kontrak Desember di New York Mercantile Exchange. Rupiah siang ini melemah 150 poin menjadi Rp11.900 per dolar AS.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan
  • 'Jual saham: AALI, LSIP, SGRO, BBCA, BBRI, dan ISAT'
  • APEI dukung pengunduran revisi MKBD

Komentar

Beri Komentar