Bisnis Indonesia Online


Kamis, 04/12/2008 08:06 WIB

Saham di Asia menanjak seiring Wall Street

oleh : Berliana Elisabeth S.

SHANGHAI (Bloomberg): Indeks saham di Asia pagi ini kembali naik untuk kedua harinya dipimpin saham perusahaan finansial setelah sejumlah bank sentral mengambil langkah tambahan untuk memulihkan perekonomian dan aplikasi mortgage AS meningkat hingga rekor.

Shinhan Financial Group Co dan KB Financial Group Inc harga sahamnya naik lebih dari 2% setelah bank sentral Korea Selatan menyatakan akan menalangi kredit perbankan. Babcock & Brown Ltd, perusahaan managemen aset
Australia yang tengah bertahan dari collapse, harga sahamnya meningkat dua kali lipat di Sydney setelah menerima pinjaman dari bank.

James Hardie Industries NV, perusahaan penjual perumahan terbesar di AS, harga sahamnya naik 4,4% setelah aplikasi kredit rumah naik dua kali lipat periode pekan lalu.

Indeks saham MSCI Asia Pacific pagi ini naik 0,5% menjadi 80,28 pada pukul 9:23 a.m. di Tokyo. Seluruh sektor industri, 10 sektor, meningkat dipimpin sektor finansial yang berkontribusi hingga setengahnya.

Indeks saham Nikkei 225 Stock Average Jepang menanjak 1% menjadi 8.082,94. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 juga naik 0,6% setelah bank sentral memangkas suku bunga 1,5% menjadi 5%, pemangkasan rekor terbesar, dan memberi sinyal masih banyak ruang untuk kembali menurunkan suku bunga.

Westfield Group, pusat perbelanjaan yang beroperasi di Australia, Selandia Baru, AS, dan Inggris, harga sahamnya naik 2,9%.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,6%, kenaikan pertama kali dalam empat hari. Bank of Korea menyatakan akan membuat one-time interest payment on reserves lenders deposit di bank sentral dan membeli surat berharga di pasar uang untuk memulihkan kekurangan pendanaan.

Kontrak berjangka, Futures Standard & Poor’s 500 Index turun 0,3% hari ini, namun indeks S&P 500 di Wall Street naik 2,6% setelah aplikasi mortgage (kredit perumahan) AS naik hingga dua kali lipat pekan lalu, level tertinggi sejak Maret.

Federal Reserve pada bulan lalu menyatakan komitmennya untuk menambah hingga US$800 miliar untuk meningkatkan kredit konsumer, kredit bisnis kecil, menurunkan suku bunga mortgage hingga level terendah 3 tahun. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan
  • 'Jual saham: AALI, LSIP, SGRO, BBCA, BBRI, dan ISAT'
  • APEI dukung pengunduran revisi MKBD

Komentar

Beri Komentar