Bisnis Indonesia Online


Kamis, 04/12/2008 08:47 WIB

BI rate sulit turun, IHSG akan bergerak terbatas

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran terbatas. Rapat Dewan Gubernur BI akan digelar untuk memutuskan arah BI Rate. Pelaku pasar dan sektor riil mengharapkan BI untuk menurunkan suku bunga.

Mega Capital Indonesia menyatakan sepertinya penurunan BI Rate cukup berat mengingat nilai rupiah masih cenderung melemah dan inflasi November 2007-November 2008 masih di atas 10%. Menurut median estimasi Bloomberg dan Reuters, diperkirakan BI rate masih akan tetap pada level 9,5%.

"Dengan demikian IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 1.185-1.200 dengan target intraday support dan resistance berikutnya berada pada level 1.180-1.210," kata Mega Capital.

IHSG pada perdagangan kemarin bergerak mixed dengan menguat 1,16 poin (+0,10%). Sektor perkebunan menyumbang kenaikan IHSG terbesar. Indeks di bursa Asia rata-rata menguat kecuali indeks Kospi. Rupiah ditutup menguat pada level Rp11.900 per dolar AS.

Perdagangan di Wall Street ditutup menguat meskipun beberapa data yang keluar cenderung negatif. Menguatnya indeks di Wall Street didorong oleh menguatnya saham ritel dan bank karena peningkatan belanja online dan aplikasi kredit perumahan. Laporan The Fed (Fed-fs Beige Book) menyebutkan gambaran ekonomi AS sedang menuju ke arah resesi yang lebih dalam.

Dalam laporan tersebut disebutkan aktivitas manufacturing melemah tajam dan kredit perbankan berkontraksi sebagai dampak dari krisis keuangan. Beberapa analis berharap The Fed kembali menurunkan tingkat suku bunganya untuk membantu menstimulus perekonomian. Data ADP Employment pada bulan November dilaporkan terjadi pemangkasan tenaga kerja di sektor swasta yang lebih banyak dari estimasi.

Cadangan minyak hingga akhir November dilaporkan mengalami penurunan. Pasar diperkirakan masih bergerak fluktuatif mengantisipasi data penjualan ritel di bulan November. Sementara itu, bank sentral Selandia Baru menurunkan tingkat suku bunga sebesar 1,5% menjadi 5% dari sebelumnya sebesar 6,5%.

Sebelumnya Reserve Bank of Australia pada Senin ini telah menurunkan tingkat suku bunga sebesar 1% menjadi 4.25%. Penurunan tingkat suku bunga ini dilakukan untuk menstimulus belanja masyarakat ditengah krisis ekonomi global.

Bank of England dan European Central Bank juga berencana untuk menurunkan tingkat suku
bunganya pada pertemuan hari ini. Sementara itu, harga minyak turun berada pada level
US$46,96 barel dan harga emas juga melemah berada pada level US$774,55 per ounce. Indeks di bursa Asia pagi ini menguat terbatas.(ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penurunan minyak tekan Wall Street
  • Pemodal waspadai profit taking lanjutan
  • 'Jual saham: AALI, LSIP, SGRO, BBCA, BBRI, dan ISAT'
  • APEI dukung pengunduran revisi MKBD

Komentar

Beri Komentar