Bisnis Indonesia Online
Kamis, 04/12/2008 09:56 WIB
Bursa batasi trading limit Antaboga hingga 50%
oleh : Pudji Lestari
JAKARTA (Bisnis.com): PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas batas perdagangan (trading limit) PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia hingga lebih dari separuh batas normalnya menyusul indikasi adanya pelanggaran peraturan pasar modal.
Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI T. Guntur Pasaribu mengatakan bursa telah melimpahkan pemeriksaan Antaboga sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Wewenang bursa, kata dia, hanya yang bersentuhan dengan kewajiban Antaboga sebagai anggota bursa. "Kami memonitor kegiatan perdagangannya supaya wajar. Trading limit kami kurangi sedikit dari batasan normalnya, kira-kira lebih dari 50%," tuturnya.
Guntur menyebutkan kebijakan pemangkasan batas perdagangan harian itu ditempuh untuk meminimalisasi risiko Antaboga sebagai anggota bursa. Menurut dia, batas perdagangan normal ditentukan dengan suatu formula yaitu 15 kali dari nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD). Berdasarkan data BEI, nilai MKBD Antaboga hingga kemarin sore sebesar Rp34,97 miliar. Dengan mengacu pada nilai MKBD tersebut, maka batas perdagangan normal Antaboga adalah sebesar Rp524,55 miliar per hari.
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan kemarin Antaboga membukukan transaksi beli senilai Rp2,79 miliar dan transaksi jual Rp2,55 miliar. Broker yang juga mempunyai izin penjamin emisi ini memperdagangkan sebanyak 52 saham yang tercatat di BEI.
Saham tersebut a.l. PT United Tractors Tbk dengan nilai bersih Rp470,81 juta, saham PT Bumi Resources Tbk Rp417,21 juta, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp137,13 juta.
Antaboga disinyalir telah melanggar peraturan pasar modal setelah membujuk sejumlah nasabah PT Bank Century Tbk untuk mengalihkan investasinya ke dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund).
Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama Antaboga Hendro Wiyanto belum juga bersedia menjawab panggilan Bisnis ke telepon genggamnya.
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer
- IHSG dan rupiah siang kompak terkoreksi
- IHSG dan rupiah pagi turun terseret regional