Bisnis Indonesia Online
Kamis, 04/12/2008 17:04 WIB
BI rate turun 0,25%, IHSG ditutup naik 12 poin
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Saham tambang rebound, finansial seharian terus menguat ditambah lagi BI Rate turun 0,25%, sehingga mengerek indeks harga saham gabungan (IHSG) sore ini ditutup naik 1,07% atau +12,80 poin menjadi 1.205,32.
Reboundnya (naik kembalinya) saham sektor tambang dipicu kembali bangkitnya harga saham Bumi Resources (BUMI) dari penurunan beberapa hari terakhir. Sore ini harga saham tambang batu bara grup Bakrie ini rebound 5,19% menjadi Rp810. Volume transaksi BUMI tercatat paling ramai yakni 429.688.500 saham senilai Rp325,96 miliar dengan 8.579 kali berpindah tangan.
Top gainer sore ini mayoritas dicatat saham perbankan, diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 7,81% menjadi Rp3.450, Bank Mandiri (BMRI) naik 7,38% menjadi Rp1.600, dan Bank Central Asia (BBCA) naik 2,80% menjadi Rp2.750. Saham lainnya yang top gainer yakni Bukit Asam (PTBA) naik 4,09% menjadi Rp6.350, United Tractors (UNTR) naik 5,34% menjadi Rp3.450 dan Indo Tambang (ITMG) naik 1,17% menjadi Rp8.600.
Indeks saham regional dan global bervariasi. Shanghai naik 1,84%, Hang Seng -0,58%, KLCI -0,21%, Nikkei -1%, Strait Times +0,19%, Kospi -1,58% dan FTSE +1,47%.
Rupiah menguat 50 poin menjadi Rp11.850 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25%. Menurut Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono, pergerakan BI Rate selalu mengacu pada pergerakan inflasi.
Bank Indonesia optimistis inflasi pada 2009 bisa menyentuh kisaran terendah 6,5%. Pada 2009, inflasi diperkirakan bergerak pada kisaran 6,5%-7,5%.
Trimegah Securities menyatakan diturunkannya suku bunga Bank Indonesia menjadi 9,25%, diikuti oleh aksi beli terhadap saham sektor perbankan pada perdagangan hari ini berhasil mendorong IHSG untuk bertahan pada area 1.200. Sentimen positif tersebut membawa IHSG menguat 12,8 poin dan ditutup dengan basis support 1.205.
"Dengan semakin sempit dan terbatasnya ruang penurunan IHSG tersebut, meskipun dibayangi oleh aksi profit taking kami melihat IHSG besok berpeluang gerak untuk menutup celah harga yang tersisa pada level 1.216 dan menguji resistensi pada level 1.220 fibonacci ratio 50%," tutur Trimegah.
bisnis.com
Berita Lain
- IHSG sore terseret regional, rupiah melemah
- Multipolar tak rugi hedging valas
- Qtel masukkan pernyataan tender offer
- IHSG dan rupiah siang kompak terkoreksi
- IHSG dan rupiah pagi turun terseret regional