Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 07/05/2008

Meski ekonomi melambat, pasar mobil melonjak 46,27%

JAKARTA: Kendati dibayang-bayangi perlambatan ekonomi, pasar mobil domestik malah melaju kian kencang. Realisasi penjualan pada April tahun ini melambung 46,27% dibandingkan dengan bulan yang sama 2007.

Berdasarkan data penjualan ATPM anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi penjualan pada bulan tersebut sekitar 51.500 unit. Jumlah ini merupakan angka sementara berdasarkan penjualan beberapa produsen mobil utama di Tanah Air. Pada April tahun lalu penjualannya tercatat 35.212 unit.

Executive Officer Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan sejauh ini ancaman penurunan daya beli terhadap pasar mobil domestik belum terlihat.

Dia menolak persepsi bahwa lonjakan penjualan otomotif domestik terjadi akibat adanya tindakan stocking [penumpukan barang di diler] yang dilakukan sejumlah ATPM. "Bahkan yang terjadi dengan Daihatsu saat ini malah terjadi inden untuk beberapa model. Jadi nggak ada stok berlebihan di diler," katanya, kemarin.

Sepanjang April, kata nya, penjualan mobil Daihatsu di pasaran domestik menembus angka 6.977 unit, atau melonjak di atas 50% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu yang sebanyak 4.625 unit.   

Angka penjualan pada April tersebut merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai Daihatsu. Dengan pencapaian ini Daihatsu berhasil menambah pangsa pasarnya menjadi 13,5% dan makin mempersempit jarak dengan Mitsubishi.    

Antisipasi

Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan salah satu faktor pemicu lonjakan penjualan pada bulan keempat tersebut karena masyarakat mempercepat pembelian mobil untuk mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga perbankan.

"Demand masih kuat. Penjualan ritel Honda [distribusi dari diler ke konsumen] berada 20% di atas angka wholesales [pengi-riman dari pabrik ke diler]."

Penjualan Honda sendiri dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Maret) memang sedikit turun yakni hanya 3.928. Hal ini terjadi karena pasokan dari pabrik terbatas, termasuk model mobil kompak Jazz yang akan segera diganti dengan model terbaru pada awal semester II.

Sebagaimana kinerja selama ini, Toyota masih kokoh menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) paling gemilang dengan membukukan angka penjualan tertinggi sebesar 17.890 unit, melonjak 47% dibandingkan dengan April 2007 yang hanya 12.116 unit. (06) (ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KPPU diminta cermati penetrasi Carrefour
  • Ekspor TPT ke AS terpangkas 30%
  • PEMBACA MENULIS
  • 60 Tahun eksodus Palestina
  • Iklim politik pasca-Bush
  • Dukungan bagi korban
  • Nasionalisme iklan
  • BI akan revisi target inflasi jangka menengah
  • Otorita Batam akan jadi Badan Pengusahaan