Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
Pengumuman kenaikan harga BBM mungkin dipercepat
Masyarakat 'serbu' SPBU
JAKARTA: Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, masyarakat beramai-ramai membeli bensin dan solar dalam jumlah yang melebihi kebiasaan.
Tindakan itu membuat konsumsi BBM di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) naik 5% hingga 7%.
Di sisi lain, kalangan pengusaha SPBU juga menambah stok dengan memaksimalkan kapasitas tangki penyimpanan. "Masyarakat memang memiliki kecenderungan seperti itu, kalau bisa pakai ember belinya pasti [dilakukan], tetapi kami berusaha mengendalikannya," ujar Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya Yuktianta sebelum rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, kemarin.
Dia mengatakan pengendalian konsumsi dilakukan dengan mengevaluasi rata-rata kebutuhan BBM di SPBU dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Contoh, jika selama enam bulan terakhir satu SPBU membutuhkan 20.000 kiloliter, ketika meminta pasokan tambahan menjadi 40.000 kiloliter, Pertamina akan mengevaluasi ulang. "Kami akan cek kebutuhannya. Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah setempat."
Menurut Hanung, lonjakan konsumsi BBM yang paling besar terjadi di UPMS IV wilayah Semarang yang naik 10%-15%. "Namun, setelah dikendalikan, kenaikan konsumsi hanya 5%."
VP Communication PT Pertamina Wisnutoro berharap pemerintah segera mengumumkan kenaikan harga BBM. "Semakin cepat semakin baik supaya harga tidak naik dua kali, karena sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan, harga BBM di tingkat pengecer sudah naik," katanya.
Dipercepat
Di Istana Kepresidenan dan Departemen ESDM, kemarin, berkembang kabar bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mempercepat pengumuman kenaikan harga BBM.
Kabar itu menyebutkan pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan Presiden pada Senin pekan depan, di Istana Kepresidenan, Gedung Agung Yogyakarta.
Ketika dikonfirmasikan kabar tersebut, Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ery Purnomohadi mengaku dirinya belum mengetahuinya.
"Saya belum tahu informasi bahwa kenaikan BBM akan diumumkan di Yogya, Senin depan. Yang pasti untuk smart card dipastikan akan diberlakukan pada September.
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menambahkan uji coba smart card akan dilakukan pada kendaraan milik Departemen ESDM dan BPH Migas dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Pemerintah akan menunjuk enam SPBU di Jabodetabek sebagai tempat uji coba penerapan kartu pintar, berlokasi a.l. di Jl. Soedirman, Jl. Gatot Soebroto, Jl. Tanah Abang, kawasan Kuningan, dan Warung Buncit.
Secara terpisah, Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli menantang Presiden berdebat secara terbuka mengenai solusi untuk menyelamatkan APBN tanpa membebani rakyat. "Ada banyak sekali cara selain menaikkan BBM," katanya di Yogyakarta.
Caranya dengan melakukan diversifikasi energi, menerapkan windfall tax, merevisi formula dana bagi hasil migas, mereformasi tata niaga migas, dan menjadwalkan kembali utang luar negeri. (Cyrilus I. Kerong) (diena. lestari@bisnis.co.id)
Oleh Diena Lestari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SOSOK
'Ekosistem open source terbentuk' - 'Virus dan listrik ancam jaringan TI PON'
- Kebijakan bebas BTS diminta ditinjau ulang
- SEPUTAR KOTA
Ribuan botol miras disita - SEPUTAR KOTA
Warga Sukmajaya terima BLT hari ini