Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 10/05/2008

Pemilik restoran yang jadi mantu raja

Sebuah hajatan besar yang  dinanti banyak pihak telah terselenggara. Alun-alun utara Yogyakarta kemarin berganti rupa. Pedagang yang biasa memadati lokasi tersebut digantikan oleh formasi parkir memanjang kendaraan roda empat.

Prosesi pernikahan agung Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, putri ketiga Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas, dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbadiningrat (Jun Prasetyo), dimulai sejak Kamis lalu. Kemeriahan pesta itu berakhir hari ini.

Prosesi pernikahan dimulai dengan acara nyantri atau pingitan. Dahulu prosesi ini berlangsung 40 hari, lalu dipersingkat menjadi  tujuh hari dan sekarang hanya sehari.

Satu hari setelah siraman, acara dilanjutkan dengan prosesi ijab-kabul dan kemeriahan pesta pun dimulai. Kemarin, tampak hadir sejumlah petinggi negara yang ikut merasakan agungnya pernikahan keraton Yogyakarta yang sarat kekayaan budaya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dijadwalkan hadir pada proses panggih atau pertemuan  mempelai setelah ijab-kabul, berhalangan karena menemui Chairperson Microsoft Bill Gates.

Namun, hal itu tidak mengurangi kemeriahan pesta yang akan dihadiri sekitar 2.500 orang itu.

Berdasarkan pengamatan Harian Jogja (Grup Bisnis Indonesia), tamu negara yang hadir a.l. Wapres Jusuf Kalla, mantan presiden B.J. Habibie, mantan wakil presiden Try Soetrisno, dan mantan ketua DPR Akbar Tanjung. Tampak juga pengusaha migas Arifin Panigoro. Untuk mempererat dan memperkuat kebudayaan Indonesia diundang juga beberapa raja se-Nusantara dan pemerhati budaya.

Pengusaha restoran

Satu bulan yang lalu, toko bunga Taman Sari dan Toko Kerajinan Maladewa tidak begitu dikenal orang kecuali para pencinta bunga dan kerajinan di Yogyakarta.

Namun, sejak Jun Prasetyo, anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Djuwanto Hadi dan  Handayati Djuwanto, pemilik toko bunga itu, meminang putri ketiga Hamengku Buwono X, semua berubah.

Jun Prasetyo, lulusan Southestern University, Washington DC,  AS,  berprofesi sebagai pemilik Dragonfly Restaurant di Yogyakarta.

Adapun GKR Maduretno jebolan Homelsglen Institute, Melbourne, Australia. Perkenalan dua insan ini dimulai sejak mereka  mengenyam pendidikan di SMAN 3 Yogyakarta.

Bangunan Toko Bunga Taman Sari sedikit lebih megah dibandingkan dengan toko lain di kompleks tersebut. Tidak hanya itu, beberapa karyawan toko juga mengenakan busana seragam. Pemandangan yang tidak terlihat di toko-toko lainnya.

Raden Ayu Handayati Djuwanto, ibunda Jun Prasetyo, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya  menjadi besan  HB X. Janda berusia 72 tahun itu menyebut pernikahan  tersebut  sebagai berkah. "Tidak pernah terpikir bisa menjadi besan raja," ujarnya, tersenyum. (redaksi@koranjogja.com)

Oleh Mediani Dyah Natalia & Prihati Puji Utami
Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain