Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Apindo: Kenaikan harga harus wajar
JAKARTA: Kalangan pengusaha diminta tidak berspekulasi dan jor-joran menaikkan harga produk setelah harga bahan bakar minyak dinaikkan, kecuali dalam kisaran wajar.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan kenaikan harga barang idealnya hanya sekitar 5%, mesti ada kecenderungan pengusaha melihat celah untuk meraih keuntungan.
"Kenaikan harga barang saat ini seharusnya tidak sebesar dulu [2005]. Orang tentu berspekulasi menaikkan harga, tetapi jangan memanfaatkan kondisi sulit ini untuk mencari untung," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Pendapat senada dikemukakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro. "Jika kenaikan harga BBM nanti tidak terlalu tinggi, sekitar 25%-30%, kenaikan harga berbagai barang kebutuhan pun seharusnya tidak boleh terlalu tinggi. Ini yang diimbau pemerintah," tuturnya kepada pers di Jakarta, kemarin.
Pemerintah, menurut Sofjan, harus mengawasi kenaikan harga barang yang dipatok pengusaha. Pasalnya, baik Apindo maupun Kadin Indonesia, tidak memiliki kewenangan untuk menindak pengusaha yang menaikkan harga di atas kewajaran.
Untuk itu, lanjutnya, Apindo mengajak 20 asosiasi agar mencari solusi atas masalah yang dapat terjadi sebagai akibat kenaikan harga BBM. Sebagian besar pengusaha yang mengikuti pertemuan kemarin menyatakan komitmen mereka menaikkan harga barang secara wajar.
"Sebagian besar pengusaha setuju membantu pemerintah. Mereka setuju menaikkan harga dalam batas kewajaran. Namun, ada pengusaha yang maunya terus teriak dari sisi kepentingannya, saya tahu ada pengusaha yang bagus, ada yang jelek."
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi menyatakan harga barang idealnya tidak boleh dinaikkan lebih dari 10%, terlebih harga komoditas pangan.
"Kalau kenaikan harga menjadi liar, pemerintah harus memperkuat kontrolnya. Harus ada simulasi guna menelaah produk. Apabila tidak ada komponen yang impor atau biaya distribusi yang besar, harganya tidak boleh dinaikkan lebih dari 10%," tutur Tulus.
Sofjan meminta pemerintah segera menaikkan harga BBM guna menghindari banyaknya spekulasi di kalangan dunia usaha. Saat ini, banyak pengusaha yang sulit membeli bahan baku, karena penjual bahan tersebut meminta pembayaran tunai.
Pembatasan BBM
Mulai 15 Mei, PT Pertamina membatasi penjualan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum kepada semua kendaraan bermotor untuk mengendalikan konsumsi.
Untuk premium, kendaraan pribadi dibatasi maksimal Rp75.000, angkutan umum Rp100.000, sepeda motor Rp15.000 per sekali pembelian. Untuk solar, kendaraan pribadi dan angkutan umum memperoleh jatah yang sama dengan konsumsi premium, truk Rp250.000 dan bus antarkota Rp250.000 sekali pengisian.
Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno mengatakan pembatasan itu merupakan bagian dari upaya pengendalian konsumsi BBM. Pertamina, menurutnya, sebenarnya telah memberikan toleransi sebanyak 5% dari rata-rata konsumsi selama enam bulan ke depan.
"Namun, berapa pun besarnya pasokan, selalu habis karena konsumsi meningkat di luar kebiasaan. Antrean yang banyak di antaranya dilakukan warga dengan jeriken, sehingga kami melarang pembelian dengan jeriken," katanya kemarin.
Dalam menjalankan fungsi public service obligation, katanya, Pertamina dibatasi oleh kuota dan infrastruktur. "Kalau kuota naik, subsidi naik. Kalau konsumsi naik 20% harus ada tambahan truk, stok, yang bila mendadak seperti ini kami tidak bisa penuhi."
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Faisal mengatakan kuota BBM itu sebenarnya masih aman, yaitu premium 18,9 hari, minyak tanah 23,8 hari, dan solar 14,5 hari. Sementara itu, stok elpiji mencapai 15,1 hari per 15 Mei. "Masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir."
Kepanikan warga terjadi setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM. Seiring dengan kepanikan itu, beberapa kalangan menolak rencana kenaikan harga BBM dan meminta Pertamina melakukan efisiensi.
Ari menjelaskan tingginya harga BBM murni disebabkan oleh pergerakan harga minyak mentah dunia. (08/Rudi Ariffianto/Cyrillus I. Kerong) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PEMBACA MENULIS
- Krisis industri penangkapan ikan
- Membicarakan perang Irak dan Afghanistan
- Mengolok-olok hukum
- Lampu kuning untuk parpol