Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Australia beri bantuan Rp3,6 triliun
JAKARTA: Australia untuk pertama kalinya menyediakan dana hibah dan pinjaman lunak untuk pembangunan dalam jumlah besar sekitar Rp3,6 triliun atau setara dengan A$462 juta untuk tahun fiskal 2008-2009.
Bantuan Australia itu terbagi dalam hibah A$336 juta dan pinjaman lunak A$126 juta. Anggaran yang tercakup dalam Official Development Assistance (ODA) itu telah disepakati pada Selasa, 13 Mei.
Dana itu digunakan untuk pengembangan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan tata pemerintahan. Bantuan untuk Indonesia mencapai 12,5% dari total ODA Australia kepada negara-negara di dunia sebesar A$3,7 miliar.
Sebelumnya, Australia mengucurkan sekitar Rp3,4 triliun. Canberra merencanakan seluruh bantuan untuk Jakarta diwujudkan dalam bentuk hibah pada tahun fiskal selanjutnya.
"Dana itu merupakan program bantuan pembangunan bilateral terbesar Australia dan kami tetap menjadi pemberi sumbangan hibah terbesar kepada Indonesia," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer dalam rilis yang diterima Bisnis, kemarin.
Farmer menjelaskan sekitar Rp2,3 triliun dari bantuan Australia itu akan digunakan untuk proyek pembangunan jalan dan jembatan di kawasan timur Indonesia. Dana itu diberikan melalui Kemitraan Australia-Indonesia untuk Rekonstruksi dan Pembangunan.
Australia juga akan melanjutkan kerja sama dengan Indonesia di bawah prakarsa Karbon Hutan Internasional.
Hibah Eropa
Uni Eropa juga diketahui akan memberikan hibah sekitar 8 juta euro untuk proyek perdagangan pada tahun ini. Hibah itu akan disalurkan melalui dana hibah Bank Dunia.
Sjamsu Rahardja, Trade Economist Bank Dunia untuk Indonesia, menyebutkan perwakilan Uni Eropa secara resmi menyatakan minatnya untuk memberikan hibah itu.
Senior Economist Bank Dunia Wolfgang Fengler mengatakan tren pemberian bantuan hibah dan pinjaman lunak yang diberikan secara bilateral menunjukkan peningkatan, kendati perekonomian Indonesia makin membaik.
"Fenomena ini juga menjadi alternatif bagi RI untuk mencari kucuran dana di tengah rencana Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia yang akan mengentikan komitmen pinjaman lunak pada tahun ini," ujarnya kepada Bisnis. (02) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Federer maju ke semifinal AS Terbuka
- Ferrari dukung penuh Massa salip Hamilton
- Konsumsi elpiji 12 kg naik lagi 5%
- Kapasitas produksi digenjot
Pasar mesin perkakas melonjak 50% - Sumitomo garap Tanjung Jati