Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
PEMBACA MENULIS
ExoroGame Competition 2008
Terpuruknya ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini tampaknya telah menyadarkan banyak kalangan masyarakat mengenai pentingnya entrepreneurship atau kewirausahaan di Indonesia. Kehadiran pada entrepreneur kini dirasakan sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Untuk itu, mahasiswa S1 Bisnis Presetiya Mulya mengadakan acara yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bisnis dan kewirausahaan dalam sebuah metode yang sederhana tetapi fun dan menarik yaitu melalui permainan simulasi bisnis ExoroGames.
Selama Maret dan April 2008, tim Exoro telah mengunjungi SMA-SMA di Jakarta. Sebagai puncaknya, tim Exoro bersama dengan S1 Bisnis Prasetiya Mulya mengadakan ExoroGames Competition 2008 yang merupakan ajang kompetisi bisnis bagi para pelajar SMA di Jakarta dan sekitarnya. Pemenang dari kompetisi ini akan kami kirim untuk mengikuti ajang ExoroGames Global Challenge 2008 di Singapura. Adapun babak final ExoroGames Competition 2008 dan seminar entrepreneurship dengan tema Young People in Business akan diadakan pada Sabtu, 17 Mei 2008, pukul 13.00-18.30 di Prasetiya Mulya Business School, dengan menghadirkan pembicara pendiri OMG Creative Consulting Yoris Sebastian N, pemilik bisnis Panji Pragiwaksono, dan entertainer David Corbuzier.
Merry Christianti
Ketua Panitia ExoroGames Competition 2008
Pembelian saham vs nasionalisme
Pembelian saham perusahaan Indonesia oleh investor asing sudah biasa di era globalisasi ini.
Sebelumnya seperti kita tahu Heinz telah membeli sebagian besar saham ABC, Aqua dikuasai oleh Danone, perusahaan asing dari Prancis, sementara Kecap Cap Bango oleh Unilever yang sepertinya milik Bangsa Indonesia padahal milik Belanda.
Kemanakah keuntungan terbesarnya mengalir? Tentu ke si empunya saham.
Saat ini perusahaan-perusahaan potensial kita sudah menjadi incaran investor asing, memang baik karena dengan adanya investor baru akan memberikan dana segar.
Namun, saya khawatir suatu saat kita tidak mempunyai perusahaan yang 100% keuntungannya mengalir untuk kemudian diinvestasikan sendiri di dalam negeri.
Lelucon saya, kita memohon ke negara-negara maju untuk meminjam uang, sementara uangnya berasal dari keuntungan perusahaan dalam negeri. Sebuah lelucon yang menyakitkan.
DS Rachmat
dsrachmat@gmail.com
Menanti karya baru Ellawijt
Bulan Mei 2007 lalu, Ellawijt menggelar pameran tunggal pertamanya: Ellawijt, It's just been started...". Sebuah awalan 'karier' menjadi seniman, yang memamerkan 40 lukisan karyanya sebagai tanda sukacita merayakan ulang tahunnya yang ke-17.
Bulan ini, tepat setahun setelah pameran tersebut digelar, Ellawijt kembali bersiap merancang pameran tunggalnya yang kedua. Sebuah pameran yang akan memberi gambaran akan proses pendewasaan pada karya-karyanya, pada revolusi imajinasinya, serta pada kesahajaan masa remaja di antara semerbak harum prestasinya sebagai seniman yang tak lagi ingin disebut belia.
Ellawijt, akankah dia masih bersama strawberry-strawberry kesayangannya? Strawberry-strawberry merah yang tak harus merah lantaran imajinasi nakalnya yang terus-menerus meronta.
Nah, bagaimana kisahnya menjaring angin itu kelak? Ellawijt akan menjawabnya.
Muhammad Latief
latipuscaverius@yahoo.com
Kritik, saran, dan komentar bisa disampaikan melalui surat ke redaksi Bisnis Indonesia atau e-mail: redaksi@bisnis.co.id
bisnis.com
Berita Lain
- Federer maju ke semifinal AS Terbuka
- Ferrari dukung penuh Massa salip Hamilton
- Konsumsi elpiji 12 kg naik lagi 5%
- Kapasitas produksi digenjot
Pasar mesin perkakas melonjak 50% - Sumitomo garap Tanjung Jati