Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 19/07/2008
PEMBACA MENULIS
Monumen Nasional gelar pameran foto
Dalam rangka turut memeriahkan hari Kemerdekaan RI ke-63, Monumen Nasional (Monas) akan menggelar Pameran Foto Monumen Nasional Dari Masa ke Masa. Pameran ini akan digelar 19 Juli hingga 3 Agustus 2008 di Ruang Museum Sejarah Nasional.
Pameran ini akan menampilkan beberapa foto perkembangan Monas, mulai dari proses tahap perencanaan, pembangunan hingga perkembangannya kini.
Kami ingin masyarakat lebih mengenal sejarah pendirian Monas, bukan sekadar melalui cerita tetapi mengamati secara langsung melalui serangkaian foto. Dengan cara ini masyarakat dapat melihat bagaimana proses pembangunan Monas itu sendiri.
Monumen Nasional didirikan atas inisiatif Presiden I RI Soekarno. Monumen ini dibangun dengan ide dasar untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.
Selain itu, Monas juga dibangun sebagai simbol kekuatan Negara Kesatuan RI dan pilar pemersatu bangsa. Pembangunannya sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama dan melalui tiga fase pengerjaan. Untuk mendapatkan bentuk Monas yang kita kenal saat ini, pemerintah melalui Panitia Pembangunan Tugu Nasional perlu menggelar dua kali sayembara. Bentuk yang ada saat ini merupakan karya arsitek Soedarsono.
Monumen ini memiliki tinggi 132 meter dan terbuat dari marmer. Konsep bangunannya mengambil bentuk lingga dan yoni dengan sebuah obor yang menjulang tepat di tengah-tengahnya. Obor ini terbuat dari 14,5 ton perunggu dan 50 kilogram lembaran emas yang menggambarkan api yang tak pernah padam.
Konstruksi monumen dimulai pada 17 Agustus 1961 dengan ditunjuknya Soedarsono dan F. Silaban sebagai arsitek dan Rooseno sebagai penasihat konstruksi. Yang menarik dari monumen ini adalah penggunaan angka 17-8-1945 dalam struktur bangunannya. Monumen Nasional pertama kali dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975.
Proses pembangunan Monas serta berbagai hal yang terkait dengan proses pembangunan inilah yang akan ditampilkan dalam pameran foto ini. Kami ingin masyarakat mengenal Monas bukan hanya sebagai mercu tanda (landmark) Kota Jakarta tetapi juga mengenal proses pendiriannya yang menurut kami cukup luar biasa untuk masa itu.
Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat luas juga dapat lebih menghargai Monas sebagai sebuah mahakarya pemersatu bangsa Indonesia.
Yuli
Unit Pengelola Monumen Nasional
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI
Bukan seminar BI
Berkenaan dengan beredarnya surat/brosur/iklan yang dikirimkan kepada perbankan/BPR dan perusahaan/instansi lainnya yang menawarkan seminar dan lokakarya dua hari pada 24-25 Juli 2008 di Shangrilla Hotel, Jakarta, dengan tema Evaluasi & Penyempurnaan linkage Program, dengan ini diberitahukan bahwa seminar tersebut bukan diadakan oleh Bank Indonesia melainkan oleh pihak yang menyalahgunakan nama Bank Indonesia.
Untuk itu, kami mohon kepada masyarakat luas, untuk berhati-hati bila terdapat pihak-pihak yang menawarkan keikutsertaan seminar tersebut dengan menarik dana partisipasi. Hal-hal yang diakibatkan oleh penawaran kepesertaan seminar dimaksud berada di luar tanggung jawab Bank Indonesia.
Untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat, dengan ini kami mengharapkan bantuan agar kiranya informasi ini dapat dimuat di media Saudara. Apabila diperlukan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi Humas Bank Indonesia di nomor telepon 021-3817187 dan 021-3817317 (Sdr. Aswin atau Sdr. Mukti).
Fillaningsih Hendarta
Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI
bisnis.com
Berita Lain
- Konsumsi elpiji 12 kg naik lagi 5%
- Kapasitas produksi digenjot
Pasar mesin perkakas melonjak 50% - Sumitomo garap Tanjung Jati
- Grup rock Indie makin diminati
- Ibunda sejati orang utan