Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

PEMBACA MENULIS

'Tolong kembalikan SIM saya'

Beberapa hari lalu saya mengambil ATM di BCA. Mobil Bapak Rudi Sugiawan terletak bersebelahan dengan mobil saya. Ketika memundurkan mobil saya, tanpa sengaja terbaretlah mobil Pak Rudi. Beliau kemudian meminta pertanggungjawaban saya, dan saya bersedia untuk memperbaiki mobil tersebut di bengkel asuransi saya.

Namun, beliau menolaknya dengan alasan sibuk dan meminta ganti rugi yang saya tawarkan seharga maksimal klaim asuransi yang saya punya. Namun, beliau menolaknya dan meminta KTP saya sebagai jaminan.

Kemudian beliau ingin melihat SIM saya dan ketika saya tunjukkan beliau merebut SIM tersebut, mungkin tidak percaya kalau saya mau bertanggung jawab. Saya mengajaknya ke kantor polisi terdekat untuk meyakinkan beliau, tetapi beliau tetap saja membawanya dengan alasan dia akan segera menghubungi saya untuk membawa mobil tersebut ke bengkel.

Lalu saya meminta alamat KTP beliau untuk konfirmasi, tetapi beliau tidak memberi kecuali kartu nama PT Kontraktor Nusantara, dan mengatakan kalau mau diselesaikan hubungi saja kantor saya karena alamat saya jauh.

Ketika saya hubungi selalu sibuk baik nomor kantor maupun HP beliau, sementara saya sangat membutuhkan SIM tersebut. Oleh karena itu, melalui surat pembaca ini saya berharap pihak kantor/Pak Rudi dapat mengembalikan SIM saya dan saya siap untuk memperbaiki mobil Bapak, toh SIM tersebut tidak ada manfaatnya bagi Bapak.

Terima kasih atas pengertiannya, semoga dengan tidak saling menyulitkan orang lain, usaha kita diberkahi oleh Allah.

Tony Rizward

Bahari II/25 Jakarta Utara

Penyerahan bantuan BASF

BASF telah menyelesaikan proyek yang ditujukan bagi korban tsunami yang terjadi pada 2004 di Indonesia. Proyek tersebut meliputi sebuah asrama dan training hotel di Mibo, Aceh, dan sebuah panti asuhan di Gunung Sitoli, Nias.

Setelah tsunami pada 2004, para karyawan BASF di seluruh dunia menyumbangkan lebih dari 1,4 juta euro untuk menolong korban bencana tsunami di Asia. Jumlah tersebut ditambah oleh BASF.

Selain itu, BASF menyediakan 1 juta euro sebagai dana bantuan langsung sesaat setelah bencana. Sebagai hasilnya adalah dana bantuan sebesar 3,8 juta euro. Dana tersebut digunakan untuk proyek-proyek bantuan jangka pendek, menengah, dan panjang di Indonesia, Sri Lanka, India dan Thailand.

Proyek-proyek di Indonesia dimulai pada 2005 dan selesai baru-baru ini dengan total biaya Rp21 miliar (1,5 juta euro). Proyek bantuan tsunami di Indonesia merupakan proyek CSR BASF terbesar di Asia.

Peresmian kedua proyek itu dilakukan oleh Tilman Krauch, President Regional Function and Country Management, Asia Pacific, BASF.

Farid Tamzil
Direktur BASF Indonesia

Peresmian MI Darunnaja


Aksi Cepat Tanggap bersama mitra strategisnya, PT Unilever Indonesia, melalui Yayasan unilever Indonesia, Republika dan Delta FM meresmikan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnaja, Bengkulu, pada Jumat 18 Juli.

Pembangunan gedung sekolah yang terletak di Pemandi Desa urai, Kecamatan Ketahun, Bengkulu ini dimulai pada akhir Januari 2008 dan ramping pada pertengahan Mei.

Pembangunan gedung sekolah ini sejak awal memang didesain tahap terhadap guncangan gempa, disesuaikan dengan kondisi geografis Bengkulu yang kerap menjadi langganan gempa.

Lulu
Strategic Communication Jakarta

bisnis.com

Berita Lain

  • Pengguna barcode meningkat pada 2009
  • 'Aturan pembatasan impor hambat daerah'
  • KANAL
    China pertahankan porsi asing di bank
  • KANAL
    Nomura pangkas 1.000 karyawan
  • KANAL
    Geithner dongkel chairman FDIC
  • Eropa agresif pangkas suku bunga
  • 'AS butuh stimulus US$1 triliun'
  • DINAMIKA
    Cadangan devisa turun tipis
  • DINAMIKA
    ADB sepakati pinjaman program RI