Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

Rendemen tebu PG Ngadirejo 8,6%

SURABAYA: Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kediri, milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menaikkan rendemen tebu petani menjadi 8,6% dari 7-8%, kendati PT Kencana Gula Manis yang ditunjuk pemerintah mengelola PG itu belum banyak menyentuhnya.

"Potensi rendemen tebu di Ngadirejo memang bagus. Bahkan pada 1980 rendemen di PG itu pernah 11%. Jadi KGM optimistis target rendemen 9,9% sebagaimana diamanatkan KSO akan terwujud, paling lama pada 2012," kata Agus Tjokrobintoro, Direktur PT KGM, di Surabaya, kemarin.

Selain itu, katanya, pihak PT KGM juga menargetkan peningkatan kapasitas giling PG Ngadirejo menjadi 10.000 ton cane per day (TCD)-dari saat ini 5.200 TCD-paling lama pada 2013.

"Jika semua pihak, khususnya karyawan PG menghargai KSO yang ditandatangani, target rendemen tebu 9,9% dan peningkatan produksi menjadi 10.000 TCD bisa dicapai lebih cepat," tegasnya.

Terkait dengan itu, katanya, pihaknya berharap Direksi PTPN X ataupun pemerintah bisa segera menyudahi kemelut karyawan di lingkungan PG Ngadirejo pascaserah-terima kerja sama operasi (KSO) pada 6 Juni lalu. "Saya berharap dalam seminggu ke depan [kemelut karyawan] sudah bisa diselesaikan," kata Agus.

PT KGM, kata Agus, telah menyiapkan total keperluan pembiayaan  swakelola PG itu yang diperkirakan mencapai Rp550 miliar. "Kami tengah menunggu informasi dari Direksi PTPN X mengenai angka biaya operasional pada Juni 2008. Kami sudah siapkan dananya [Juni 2008]," kata Agus.

Untuk total keperluan biaya ke depan, kata Agus, pihaknya telah mendapatkan komitmen dari lembaga pembiayaan, dan setiap bulannya sudah  disiapkan dana sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dia memastikan dalam kerja sama operasi itu KGM tidak akan memiliki aset milik PTPN X. Pihaknya hanya pengendali operasional pabrik selama [KSO] 25 tahun dengan memperhitungkan bagi hasil dengan PTPN X.

Sesuai dengan kesepakatan, PTPN X akan menerima pendapatan tetap sebesar pendapatannya dalam 3 tahun terakhir, ditambah persentase bagi hasil yang diperhitungkan sekitar 3% dari pendapatan tambahan kapasitas produksi.

Oleh Lutfil Hakim
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis