Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 16/07/2008

BUDI DAYA
Lahan nganggur agar digarap petani

JAKARTA: Pemerintah akan meminta Badan Pertanahan Nasional agar mengizinkan para petani menggarap lahan menganggur di berbagai wilayah.

Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Alimuso mengatakan di Indonesia ada sekian juta hectare lahan menganggur. "Namun, mengapa petani tidak bias memanfaatkannya," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, lahanlahan milik pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) dan PT Perkebunan Negara (PTPN) yang menganggur dan tidak ditanami agar bias dimanfaatkan petani untuk mengembangkan tanaman pangan seperti padi, jagung ataupun kedelai.

Dengan langkah itu, kata dia, pemerintah optimistis produksi padi pada 2008 mengalami surplus 2 juta ton gabah kering giling (GKG), sehingga tidak diperlukan lagi impor beras. "Kita bias berharap produksi lebih dari itu," ujarnya.(BISNIS/MSB)

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    Aksi illegal logging digagalkan
  • BUDI DAYA
    Jabar jadi tujuan investasi pangan
  • BUDI DAYA
    Petani sulit dapatkan urea
  • BUDI DAYA
    Perkuat pertanian & industri primer