Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

BUDI DAYA
Penetapan anggaran DKP alot

JAKARTA: Pembahasan pagu anggaran untuk DKP pada 2009 hingga kini masih alot karena DPR tetap menilai kebutuhan dana departemen ini minimal Rp6 triliun untuk tahun depan.

Dalam rapat kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dengan Komisi IV DPR kemarin, alokasi dana untuk departemen tersebut harus ditambah dari perhitungan pagu sementara 2009 sebesar Rp2,569 triliun.

Pagu sementara itu naik 3,38% dibandingkan dengan pagu definitif 2008 sebesar Rp2,485 triliun, sedangkan dari sumber pinjaman/hibah luar negeri (PHLN) 2009 naik 24,4% menjadi Rp663,8 miliar dari dana tahun ini Rp533,6 miliar.

Freddy mengatakan kegiatan prioritas pada 2009 masih difokuskan pada pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan untuk menekan praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

"Untuk pengendalian illegal fishing, a.l. terselenggaranya 180 hari operasi terpadu, operasional 23 kapal pengawas dan terbentuknya 88 Pokmaswas dan sebagainya diperlukan Rp220,250 miliar," katanya kemarin.

Anggaran untuk pengawasan itu, katanya, merupakan pos dana terbesar dibandingkan dengan kegiatan prioritas DKP lain untuk sasaran kinerja 2009. (Bisnis/arh)

bisnis.com

Berita Lain