Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 18/07/2008
AS inspeksi perikanan tangkap Indonesia
JAKARTA: Tim badan kesehatan AS, Food and Drug Administration (FDA), dijadwalkan menginspeksi sektor perikanan tangkap Indonesia untuk melanjutkan pengendalian mutu dan jaminan kualitas produk ekspor ke negara adidaya.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan Martani Huseini mengatakan tim AS akan datang ke dalam negeri untuk melakukan evaluasi mutu produk.
"Ini inspeksi rutin yang biasa mereka lakukan, melanjutkan yang sudah-sudah. Nanti Agustus fokusnya ke perikanan tangkap, ada 4 lokasi yang nanti akan disiapkan untuk diinspeksi," katanya kemarin.
Sejumlah lokasi yang akan diperiksa a.l. pelabuhan perikanan Jakarta di Muara Baru dan Bali. Selain itu, beberapa alternatif lokasi juga disiapkan seperti Sumbar.
AS, ujarnya, sangat memerhatikan pengawasan untuk menjamin mutu produk yang diekspor ke negaranya. Karena itu, lanjutnya, Indonesia membuka diri untuk diinspeksi oleh tim FDA.
Dia meminta kalangan pengusaha dapat menunjukkan kinerja yang optimal sehingga tidak menimbulkan persoalan baru yang mengganggu hubungan perdagangan dua negara yang sudah berlangsung selama ini.
Selain perikanan tangkap, FDA juga akan bekerja sama dengan DKP untuk asistensi teknis dalam hal penerapan tata cara budi daya yang baik dengan bantuan biaya pemerintah AS.
"Rencananya, training itu akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus 2008 dengan biaya FDA. FDA juga menyetujui permintaan kita agar beberapa analis BBP2HP dan LPPMHP bisa magang di laboratorium uji residu FDA tanpa dipungut biaya," katanya.
Berat bersih
Baru-baru ini, bersamaan dengan kunjungan delegasi DKP ke AS, kalangan importir AS meminta Indonesia menjamin berat bersih (nett wight) produk permintaan sesuai dengan pesanan menyusul penemuan kasus tersebut pada komoditas perikanan yang diekspor Indonesia ke negara itu.
Pemerintah melalui Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan kini bekerja sama dengan American Seafood Distribution Association (ASDA) dan National Fisheries Institute (NFI) untuk membangun pusat informasi terkait dari dua pihak.
"Hasil pertemuan dengan NFI dan ASDA disepakati kerja sama untuk pertukaran data sehingga dua belah pihak ini dapat ikut memonitor masalah nett weight yang sering tidak sesuai dengan pesanan importir AS."
Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci berapa kasus ketidaksesuaian berat bersih produk ekspor itu yang digugat importir AS. Dia hanya menyatakan permasalahan yang sering muncul itu akan dituntaskan dengan kerja sama ini.
Mengenai peluang peningkatan ekspor udang ke AS, Martani menambahkan komoditas ini masih sangat dibutuhkan karena negara itu mendatangkan lebih dari 94% kebutuhan udangnya dari luar negeri. (aprika.hernanda@bisnis.co.id)
Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
Kapal Greenpeace berlayar di Papua - Keinginan impor sapi Brasil jangan karena emosi
- Dephut ubah kebijakan izin usaha pemanfaatan kayu
- Harga gabah kering giling turun 0,09%
- Detail izin impor daging asal Brasil dituntaskan