Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 18/07/2008
Barito incar areal perkebunan di Maluku
JAKARTA: PT Barito Pasifik Tbk mengincar areal perkebunan dan pertambangan di Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Kedua daerah di Indonesia bagian timur itu dinilai berpotensi untuk dikembangkan menjadi perkebunan dan pertambangan batu bara.
Namun, katanya, saat ini pihaknya lebih tertarik untuk mengembangkan perkebunan.
"Bisa kelapa sawit, bisa tebu. Bergantung pada hasil penelitian tanah yang sedang kami lakukan," kata Komisaris PT Barito Tbk, Anton B.S. Hudyana kepada Bisnis, kemarin.
Anton juga mengatakan berapa besaran investasinya, belum bisa dijelaskan sekarang. "Sebab bergantung pada berapa luas lahan yang tersedia," ungkapnya.
Tujuan pengembangan investasi tersebut, lanjutnya, untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Jadi, apa pun yang bisa memberikan nilai tambah, baik itu kerja sama dengan para pengusaha dan bupati atau pun pemerintah daerah perlu dilakukan," ujarnya.
Sebelumnya, Komisaris PT Barito Pasifik Tbk, Narmodo Rachmani mengatakan perusahaan tersebut mulai melirik potensi perkebunan dan pertambangan batu bara di kedua daerah itu seiring dengan semakin kondusifnya stabilisasi keamanan pascakonflik sejak 19 Januari 1999.
Kondisi keamanan yang semakin kondusif itu, menurut Narmodo, mendorong perusahaan mengembangkan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit di Seram bagian Barat dan tambang nikel di Seram Bagian Timur.
Narmodo menjelaskan pengembangan kelapa sawit masih dilakukan survei dengan melakukan penelitian, menganalisa tekstur tanah, iklim dan lingkungan pada lokasi perkebunan di SBB ataupun SBT.
Pasar ekspor
Dia mengatakan potensi sumber daya hayati laut Maluku, terutama ikan juga memiliki prospek cerah untuk pangsa pasar ekspor, terutama tujuan Jepang.
Potensi SDA di Maluku ini perlu dikelola seoptimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat.
Karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memberikan kemudahan perizinan, membuka akses transportasi dan komunikasi, sehingga menarik minat investor melakukan eksplorasi ataupun eksploitasi di masa mendatang.
Barito Pacific Tbk mencatat penjualan bersih pada laporan keuangan 31 Maret 2008 (kuartal pertama) Rp4,38 triliun. Jumlah tersebut naik Rp4,27 triliun dari Rp109,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Naiknya penjualan bersih itu disebabkan telah selesainya proses akuisisi dan konsolidasi PT Chandra Asri yang dilakukan oleh Perseroan.
Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
Menhut: Jangan pangkas dana Gerhan - HGU 23 perkebunan sawit bermasalah
- Harga pulp asal Indonesia turun
- Sumatra Bioscience kembangkan benih kelapa sawit hibrida
- Kondisi ekonomi global tak pengaruhi ketahanan pangan