Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 19/08/2008

Realisasi subsidi benih baru capai 35%

JAKARTA: Hingga Juni 2008, realisasi subsidi benih tercatat baru 35% dari alokasi anggaran Rp112,5 miliar untuk pengadaan sejumlah benih tanaman pangan, yaitu padi, jagung dan kedelai.

Sementara penyaluran bantuan langsung benih unggul (BLBU) 2008 yang dianggarkan sekitar Rp380,53 miliar telah direalisasikan lebih dari 60% oleh dua BUMN pelaksana yaitu PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani.

Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso mengatakan penyaluran bantuan benih dilaksanakan secara bertahap di seluruh provinsi sesuai dengan pola tanam dan musim tanam petani.

"Subsidi benih itu ada macam-macam, melalui BLBU, sekolah lapang (SLPTT), atau cadangan benih nasional. Jadi semua ini dilakukan bersamaan dan masih terus dalam proses," katanya akhir pekan lalu.

Realisasi subsidi benih padi nonhibrida diketahui tercapai 33,12% atau sebesar 31.468 ton dari alokasi 95.000 ton. Sedangkan realisasi penyaluran jagung hibrida dan komposit masing-masing 38,56% dan 16,94%. Adapun realisasi penyaluran subsidi benih kedelai tercapai 51,55%.

Penyerapan subsidi benih yang relatif rendah selama semester pertama tahun, kata Dirjen Tanaman Pangan, juga disebabkan musim taman petani.

Dia menjelaskan penyerapan itu umumnya jauh lebih banyak pada musim tanam Oktober-Maret. Pada saat itu, pengadaan benih sudah siap untuk digunakan petani sesuai dengan musim tanam besar kedua.

Pada musim tanam Maret-Oktober, lanjutnya, umumnya permintaan benih tidak terlalu banyak sehingga penyerapan juga tidak besar. Apalagi, katanya, awal tahun anggaran pengadaan subsidi masih terkendala pencairan dana.

"Untuk subsidi ini pun ada yang baru bisa cair bulan lalu. Jadi memang benih ini tidak bisa langsung diserap begitu. Harus menunggu kapan kebutuhan petani pada saat mengawali musim tanam," lanjut Sutarto.

Sementara itu, realisasi penyaluran benih dalam kerangka tugas pembantuan melalui sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) masih tercatat di bawah 20%. Penyaluran benih jagung hibrida misalnya baru sekitar 12,32% atau hanya 369,53 ton dari alokasi 3.000 ton.

Di sisi lain, hingga Juni 2008 Deptan diketahui telah menggunakan 5.483,53 ton benih dari cadangan benih nasional (CBN) untuk sejumlah kegiatan dan perbantuan, a.l. subsidi bencana alam. Dengan penggunaan benih CBN, kini stok benih pemerintah untuk benih padi, jagung hibrida, jagung komposit, dan benih kedelai tercatat 37.682,81 ton.

Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis