Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

251 Hektare lahan hortikultura puso

JAKARTA: Selama Januari-Juni 2008, sekitar 760 hektare lahan hortikultura dilaporkan terkena dampak bencana alam sehingga 33% atau 251 ha areal di antaranya mengalami puso.

Selain lahan buah-buahan dan sayuran tersebut, bencana alam juga menyebabkan kerusakan atau puso di sektor budi daya tanaman hias hingga tercatat sebanyak 3,687 juta pot atau hampir 50% dari total tanaman budi daya yang terkena bencana.

Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian (Deptan) Achmad Dimyati mengungkapkan bencana alam, khususnya banjir di Banten, menyebabkan kerugian terbesar pada petani setempat yang memproduksi 10 komoditas tanaman hias.

"Dampak banjir dan kekeringan periode Januari-Juli pada tanaman hortikultura hanya pada tanaman hias   yang berdampak nyata merugikan petani hortikultura, sedangkan pada buah dan sayuran tidak menimbulkan kerusakan yang mengkhawatirkan," katanya.

Data Ditjen Hortikultura menunjukkan curah hujan yang tinggi pada semester pertama tahun ini di beberapa sentra hortikultura menimbulkan kerugian pada pelaku usaha terkait.

Pada Februari 2008, bencana banjir di Tangerang mengakibatkan terendamnya tanaman hias sebanyak 6,787 juta pot dan mengakibatkan kerusakan atau puso sebanyak 3,687 juta pot atau 54,3%.

Terkena banjir


Lahan tanaman buah, antara lain jeruk, pisang, durian, semangka dan melon, tercatat terkena banjir seluas di areal seluas 143,8 ha dan sekitar 99,4 ha di antaranya mengalami puso.

Tanaman buah yang paling banyak terkena banjir tersebut terjadi di Sumbar yaitu seluas 65,3 ha dan puso seluas 53,9 ha. Di Jatim, banjir mengenai areal seluas 32,5 ha dan yang mengalami puso seluas 28,5 ha.

"Di Nanggroe Aceh Darussalam, lahan buah-buahan terkena banjir mencapai 29 ha. Namun, tidak mengalami puso dan di Sumsel sekitar 17 ha terkena banjir dan seluruhnya mengalami puso," ujarnya.

Sementara itu, areal tanaman sayuran yang terkena banjir pada periode Januari-Juli tercatat seluas 616,2 ha. Sekitar 151,6 ha di antaranya mengalami puso.

Tanaman sayuran yang paling banyak terkena banjir terjadi di Jateng seluas 332 ha dan dilaporkan tidak ada yang mengalami puso, sementara di Jatim tercatat 181,5 ha areal terkena banjir dan mengalami puso 62,5 ha.

Lahan sayur lainnya yang juga terkena banjir dan kekeringan sehingga puso antara lain di NAD, Banten, dan Sumatra Barat. (aprika.hernanda@bisnis.co.id)

Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis
  • Manado siap gelar Konferensi Laut Dunia