Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Menhut: Setiap tahun 1,08 juta ha hutan di Indonesia rusak

JAKARTA: Laju kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia mencapai 1,08 juta hektare per tahun, karena itu Departemen Kehutanan memprioritaskan merehabilitasi lahan hutan kritis seluas 30,1 juta hektare (ha).

Namun, kemampuan pemerintah untuk merehabilitasi hutan dan lahan rata-rata 700.000 ha per tahun, sedangkan laju deforestasi masih cukup tinggi, yaitu rata-rata 1,08 juta ha per tahun.

Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan selain laju kerusakan hutan yang tinggi, diindikasikan kehidupan masyarakat di dalam dan sekitar hutan umum belum sejahtera.

Untuk itu, katanya, pemerintah mengeluarkan program pembangunan hutan tanaman rakyat (HTR). Dengan HTR diharapkan dalam 10 tahun dapat direalisasikan reforestasi  di kawasan hutan produksi seluas 5,4 juta ha.

Menurut dia, arah pembangunan sektor kehutanan khususnya kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang kesemuanya perlu dikomunikasikan, disosialisasikan, didorong dan digerakkan agar laju deforestasi dapat ditekan.

"Hutan dan lahan yang mengalami deforestasi dapat diperbaiki dan ditingkatkan produktivitasnya," ujarnya ketika membuka temu wicara pemenang lomba penghijauan dan konservasi alam 2008 di De-partemen Kehutanan, kemarin.

Namun, Kaban mengklaim, realisasi penanaman yang dilakukan pemerintah, seluruh komponen masyarakat, termasuk para pengusaha telah mencapai jumlah yang banyak.

Dia mencontohkan dari program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Hutan Tanaman Industri, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Swadaya Masyarakat dan kegiatan DAK-DR dari 2003 hingga 2007 telah menanam pohon sebanyak 4,7 juta ha, baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan hutan.

Kerja keras tersebut, katanya, pada 12 Mei 2008 di sela-sela pertemuan Komisi Pembangunan Berkelanjutan ke -16 di New York, PBB melalui United Nation Environment Programme (UNEP) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Indoensia. Indonesia termasuk 10 besar negara yang melakukan kampanye penanaman pohon melalui aksi penanaman serentak dan pemeliharaan pohon.

Hingga saat ini, baik pada tataran global maupun nasional, pemanfaatan sumber daya alam hayati belum sepenuhnya menerapkan prinsip kelestarian, sehingga jumlah jenis sumberdaya alam hayati yang terancam punah meningkat dari dari tahun ke tahun.

Dalam kesempatan itu, mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian, hutan dan perairan Indonesia memiliki kekayaan alam hayati yang tinggi dan tecermin dari keanekaragaman ekosistem  jenis flora dan fauna. Sejauh ini kekayaan tersebut diindikasikan dengan jumlah mamalia 515 jenis, 511 jenis reptilia, 1.531 jenis burung, 270 amphibi, 2.827 jenis binatang tak bertulang dan 38.000 jenis tumbuhan.

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 60% Pupuk bersubsidi bocor
  • BUDI DAYA
    Penyuluh pertanian RI diminati
  • BUDI DAYA
    Koperasi tani bisa salurkan pupuk
  • BUDI DAYA
    Nilai tukar petani merosot