Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

BUDI DAYA
RI-Australia kerja sama karantina

SOLO: Indonesia dan Australia jalin kerja sama di bidang karantina guna mengantisipasi berbagai persoalan sebagai dampak dari pengaruh buruk OPT dan HPH.

Kerja sama itu akan memfokuskan pembahasan mengenai penguatan pengamanan kedua negara dari ancaman bioterorisme, terkait dengan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan hama penyakit hewan (HPH).

Selain masalah itu, lanjut Ketua Delegasi Indonesia, Syukur Iwantoro, sepakat untuk mengkaji status pelabuhan Indonesia terhadap Giant African Snail (GAS), Australia's Fruifly Free Area, Fumigation Scheme serta market akses bagi produk hortikultura Indonesia ke Australia.

Syukur, yang juga Kepala Badan Karantina Pertanian, menyatakan pertemuan itu kemungkinan akan dilanjutkan dengan upaya kemitraan antara Indonesia Quarantine Strengthening Program (IQSP) dan Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS).

"Beberapa program  kemitraan itu di antaranya meliputi analisis risiko hama penyakit hewan," ungkapnya di sela-sela 14th Australia-Indonesia Working Group on Agriculture, Food and forestry Cooperation (WGAFFC) di Solo, kemarin. (Bisnis/k16)

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis