Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
Produsen unggas jamin persediaan telur & daging ayam
JAKARTA: Produsen dan peternak unggas menjamin ketersediaan telur dan daging ayam untuk mencukupi permintaan selama puasa, Idulfitri, Natal 2008 hingga tahun baru 2009.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan telur ayam dan daging ayam bahkan produsen siap menaikkan produksi sebesar 10%.
Produsen produk peternakan PT Charoen Phokpand Indonesia (CPI), misalnya, menyediakan bibit ayam atau DOC sebanyak 11 juta ekor per minggu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ayam menjelang dan selama hari raya.
Presiden PT CPI Rusmin Riyadi mengatakan penyediaan day old chick (DOC) menjelang hari raya umumnya meningkat dibandingkan dengan hari biasa. "Ini biasa, karena permintaan di peternak juga naik," katanya di sela-sela kunjungan Menteri Pertanian Anton Apriyantono ke sejumlah perusahaan peternakan, kemarin.
Selain ke PT CPI, menteri juga mengunjungi perusahaan pakan ternak PT Cheil Jedang Superfeed dan penggilingan beras untuk memantau ketersediaan komoditas pangan menjelang puasa dan hari raya.
Dirjen Peternakan Departemen Pertanian (Deptan) Tjeppy Soedjana menambahkan hingga akhir tahun ini terdapat ketersediaan daging ayam mencapai 90.000 ton, sedangkan kebutuhan daging ayam per bulan selama puasa ataupun hari raya diperkirakan hanya 45.000 ton.
Ketua Umum Asosiasi Peternak Unggas se-Indonesia (Pinsar Unggas Nasional) Hartono mengatakan pihaknya siap memasok telur ayam sebanyak 2.600 ton per hari untuk memenuhi permintaan di wilayah Jakarta.
Bahkan dalam setahun pihaknya menyiapkan cadangan sebanyak 20.000 ton atau sekitar 500 ton per hari untuk buffer stok di gudang.
Begitu juga untuk mengantisipasi kenaikan permintaan daging ayam, menurut Hartono, pihaknya siap memasok sebanyak 120.000 ton per hari. "Pasokan tersebut sudah disiapkan sebesar 100%," katanya.
Menurut dia, lonjakan permintaan telur ataupun daging ayam biasanya terjadi pada minggu pertama puasa ataupun tiga hari sebelum dan setelah lebaran selebihnya normal.
Menyinggung kenaikan harga dua komoditas tersebut selama puasa hingga hari raya, dia mengatakan untuk daging ayam diharapkan sebesar Rp16.000/kg di tingkat peternak atau Rp25.000-Rp28.000 di tingkat eceran.
Oleh Martin Sihombing
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
DPR kecewa soal pupuk - BUDI DAYA
China minati industri biodiesel - Industri sawit dalam alam krisis
- Mampu ekspor 3 juta ton
RI incar pasar jagung di Malaysia & Taiwan - Areal kebun sawit ditambah 300.000 ha